alexametrics
31.8 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Telaga Sarangan Bakal Dikelola BUMD?

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kunci merealisasikan visi pengembangan Telaga Sarangan adalah tata kelola yang profesional. Di mata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Magetan Elmy Kurnianto Widodo, pemkab perlu memiliki badan usaha milik daerah (BUMD) khusus untuk mengelola Sarangan. ‘’Warga dapat terlibat langsung sebagai pemegang sahamnya,’’ ujarnya, Senin (20/6).

Menurut Elmy, permasalahan di Sarangan sudah kronis dan menumpuk. Salah satu biangnya lantaran warga setempat tidak terlibat secara utuh dalam pengembangan Sarangan. Kelak, jika pemkab ingin menjadikan Sarangan sebagai destinasi yang sustainable (berkelanjutan), warga setempat harus ikut dilibatkan. ‘’Untuk memantik rasa ikut memiliki Sarangan dalam diri warga,’’ jelasnya.

Dengan dikelola BUMD, pengembangan Sarangan diyakini bakal jauh lebih baik dibandingkan dipegang pemerintah. BUMD yang profesional tentu dituntut melahirkan banyak inovasi dalam merealisasikan visi green tourism destination. ‘’Ini bisa segera dirintis, dimulai dengan pendirian koperasi,’’ tutur Elmy. ‘’Paguyuban di Sarangan dihimpun dalam koperasi tersebut,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Awas Baliho Rusak!

Elmy menambahkan, merealisasikan green tourism destination dapat dimulai dengan menerapkan elektrifikasi pada perahu-perahu di telaga. Selanjutnya, menyediakan kendaraan shuttle yang juga bertenaga listrik. Jika kelak Sarangan dapat menyandang gelar wisata hijau, Elmy yakin segmentasi wisatawan semakin beragam. ‘’Nanti akan terbentuk kelas low, middle, dan high. Supaya Magetan kelak tidak hanya dapat jumlahnya (wisatawan, Red), tapi juga dapat uangnya,’’ jelasnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kunci merealisasikan visi pengembangan Telaga Sarangan adalah tata kelola yang profesional. Di mata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Magetan Elmy Kurnianto Widodo, pemkab perlu memiliki badan usaha milik daerah (BUMD) khusus untuk mengelola Sarangan. ‘’Warga dapat terlibat langsung sebagai pemegang sahamnya,’’ ujarnya, Senin (20/6).

Menurut Elmy, permasalahan di Sarangan sudah kronis dan menumpuk. Salah satu biangnya lantaran warga setempat tidak terlibat secara utuh dalam pengembangan Sarangan. Kelak, jika pemkab ingin menjadikan Sarangan sebagai destinasi yang sustainable (berkelanjutan), warga setempat harus ikut dilibatkan. ‘’Untuk memantik rasa ikut memiliki Sarangan dalam diri warga,’’ jelasnya.

Dengan dikelola BUMD, pengembangan Sarangan diyakini bakal jauh lebih baik dibandingkan dipegang pemerintah. BUMD yang profesional tentu dituntut melahirkan banyak inovasi dalam merealisasikan visi green tourism destination. ‘’Ini bisa segera dirintis, dimulai dengan pendirian koperasi,’’ tutur Elmy. ‘’Paguyuban di Sarangan dihimpun dalam koperasi tersebut,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  120 ABG Magetan Nikah di Bawah Umur

Elmy menambahkan, merealisasikan green tourism destination dapat dimulai dengan menerapkan elektrifikasi pada perahu-perahu di telaga. Selanjutnya, menyediakan kendaraan shuttle yang juga bertenaga listrik. Jika kelak Sarangan dapat menyandang gelar wisata hijau, Elmy yakin segmentasi wisatawan semakin beragam. ‘’Nanti akan terbentuk kelas low, middle, dan high. Supaya Magetan kelak tidak hanya dapat jumlahnya (wisatawan, Red), tapi juga dapat uangnya,’’ jelasnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/