alexametrics
27.3 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

BOR di RSUD dr Sayidiman Tembus 51 Persen

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bangsal-bangsal di Instalasi Rawat Inap (Irna) Dewi Kunti RSUD dr Sayidiman mulai ramai. Setelah lama kosong, sejak awal bulan ini ada puluhan pasien diisolasi karena bergejala. Bed occupancy ratio (BOR) tembus 51 persen. ‘’Penambahannya signifikan mulai awal Februari,’’ kata Pelaksana harian (Plh) Kabid Pelayanan RSUD dr Sayidiman dr Bambang Purwadi, Senin (21/2).

RSUD memiliki 117 tempat tidur khusus untuk pasien korona. Pasien pertama masuk pada 2 Februari lalu. Dia mengalami gejala sedang. Jumlah pasien terus bertambah hingga lebih dari 50 orang. ‘’Sejak November sampai Januari BOR kita nol, naiknya baru di bulan ini,’’ ujarnya.

RSUD belajar banyak dari gelombang kedua pandemi pertengahan tahun lalu. Lonjakan pasien kala itu sampai membuat pihak RSUD kesulitan mendapatkan oksigen tabung. Bambang memastikan hal tersebut tidak akan terulang. ‘’Sudah ada generator oksigen dengan kapasitas produksi 750 liter per hari,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  775 Pekerja Migran Asal Magetan Pulang Kampung

RSUD juga memisahkan layanan untuk pasien korona. Mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), rawat inap, hingga ruang operasi. Supaya warga tidak khawatir berobat di rumah sakit pelat merah tersebut. ‘’Ketika pasien datang, itu sudah dipisahkan, sehingga masyarakat tidak perlu takut,’’ tuturnya. (mg5/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bangsal-bangsal di Instalasi Rawat Inap (Irna) Dewi Kunti RSUD dr Sayidiman mulai ramai. Setelah lama kosong, sejak awal bulan ini ada puluhan pasien diisolasi karena bergejala. Bed occupancy ratio (BOR) tembus 51 persen. ‘’Penambahannya signifikan mulai awal Februari,’’ kata Pelaksana harian (Plh) Kabid Pelayanan RSUD dr Sayidiman dr Bambang Purwadi, Senin (21/2).

RSUD memiliki 117 tempat tidur khusus untuk pasien korona. Pasien pertama masuk pada 2 Februari lalu. Dia mengalami gejala sedang. Jumlah pasien terus bertambah hingga lebih dari 50 orang. ‘’Sejak November sampai Januari BOR kita nol, naiknya baru di bulan ini,’’ ujarnya.

RSUD belajar banyak dari gelombang kedua pandemi pertengahan tahun lalu. Lonjakan pasien kala itu sampai membuat pihak RSUD kesulitan mendapatkan oksigen tabung. Bambang memastikan hal tersebut tidak akan terulang. ‘’Sudah ada generator oksigen dengan kapasitas produksi 750 liter per hari,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Disperindag Magetan Pantau Pengaruh Kenaikan Pertamax di Pasaran

RSUD juga memisahkan layanan untuk pasien korona. Mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), rawat inap, hingga ruang operasi. Supaya warga tidak khawatir berobat di rumah sakit pelat merah tersebut. ‘’Ketika pasien datang, itu sudah dipisahkan, sehingga masyarakat tidak perlu takut,’’ tuturnya. (mg5/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/