alexametrics
23.2 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Jatah Vaksin untuk Penanganan PMK di Magetan Masih Gelap

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Peternak sapi di Magetan tampaknya harus lebih bersabar. Vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) kemungkinan baru dapat didistribusikan ke Magetan usai hari raya Idul Adha 9 Juli mendatang. ‘’Itu prediksi yang cukup realistis,’’ kata Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan Budi Nur Rohman, Selasa (21/6).

Budi membeberkan, sebaran kasus PMK di Magetan masih minim. Alasan itulah yang membuat pendistribusian vaksin PMK kecil kemungkinan dilangsungkan sebelum hari raya. Daerah lain lebih diutamakan karena masifnya sebaran kasus PMK. Vaksin diprioritaskan pada sapi yang belum terpapar. Sapi yang sembuh dari PMK diberi vaksin booster. ‘’Tapi, booster baru diberikan enam bulan setelah terpapar karena sudah kebal,’’ terangnya.

Baca Juga :  Truk ODOL Kerap Lalu-lalang, Jalan di Magetan Banyak yang Rusak

hingga kemarin, data disnakkan mencatat 1.950 ekor ternak telah terpapar PMK. Jumlah ternak yang mati akibat PMK mencapai 14 ekor. Delapan ekor lainnya dipotong paksa oleh pemilik. Sementara, 988 sapi berhasil sembuh. ‘’Data ini terus bergerak,’’ sebutnya.

Kendati belum mendapat kepastian jumlah dosis vaksin yang akan dialokasikan, disnakkan telah diminta mendata populasi ternak di Magetan. Imunisasi nantinya akan berbasis data riil di lapangan. Nomor induk kependudukan (NIK) peternak ikut didata. Pun, jual beli ternak ke depannya akan mensyaratkan vaksinasi PMK. ‘’Dari data terpadu ini, kita akan tahu apakah ternak sudah divaksin atau belum. Juga nama pemilik dan alamat peternakannya,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Peternak sapi di Magetan tampaknya harus lebih bersabar. Vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) kemungkinan baru dapat didistribusikan ke Magetan usai hari raya Idul Adha 9 Juli mendatang. ‘’Itu prediksi yang cukup realistis,’’ kata Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan Budi Nur Rohman, Selasa (21/6).

Budi membeberkan, sebaran kasus PMK di Magetan masih minim. Alasan itulah yang membuat pendistribusian vaksin PMK kecil kemungkinan dilangsungkan sebelum hari raya. Daerah lain lebih diutamakan karena masifnya sebaran kasus PMK. Vaksin diprioritaskan pada sapi yang belum terpapar. Sapi yang sembuh dari PMK diberi vaksin booster. ‘’Tapi, booster baru diberikan enam bulan setelah terpapar karena sudah kebal,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pusat Pertimbangkan Dinamika Kecepatan Vaksinasi Anak

hingga kemarin, data disnakkan mencatat 1.950 ekor ternak telah terpapar PMK. Jumlah ternak yang mati akibat PMK mencapai 14 ekor. Delapan ekor lainnya dipotong paksa oleh pemilik. Sementara, 988 sapi berhasil sembuh. ‘’Data ini terus bergerak,’’ sebutnya.

Kendati belum mendapat kepastian jumlah dosis vaksin yang akan dialokasikan, disnakkan telah diminta mendata populasi ternak di Magetan. Imunisasi nantinya akan berbasis data riil di lapangan. Nomor induk kependudukan (NIK) peternak ikut didata. Pun, jual beli ternak ke depannya akan mensyaratkan vaksinasi PMK. ‘’Dari data terpadu ini, kita akan tahu apakah ternak sudah divaksin atau belum. Juga nama pemilik dan alamat peternakannya,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/