alexametrics
23.7 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Kawasan LIK Magetan Dilirik Investor

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Prospek investasi di Magetan tahun ini cukup cerah. Setelah pabrik sigaret kretek tangan (SKT) berdiri di Prampelan, Karangrejo, kali ini giliran Lingkungan Industri Kulit (LIK) yang dilirik calon investor. PT Jannas, perusahaan perdagangan dan ekspor-impor, tertarik menanamkan modal untuk mengembangkan industri penyamakan kulit tersebut. ‘’Potensi industri kulit di Magetan luar biasa,’’ kata Abu Hanifah, direktur PT Jannas.

Sabtu (18/6) lalu, Hanifah dan jajarannya beraudiensi dengan pemkab di Pendapa Surya Graha. Menurut Hanifah, LIK berpotensi untuk dikembangkan menjadi pusat industri penyamakan kulit yang terintegrasi dan ramah lingkungan. ‘’Konsep ini yang coba kami tawarkan,’’ ujarnya.

LIK berdiri sejak 1983. Sayangnya, ada lebih dari 200 pengusaha penyamakan kulit yang ditengarai menghasilkan limbah secara tidak terkontrol. Pun, sungai di sekitarnya diduga tercemar. Usai audiensi, Bupati Magetan Suprawoto mengatakan bahwa pihaknya menyambut para investor dengan tangan terbuka. Dia juga meyakinkan bahwa pemkab akan memberi dukungan bantuan. ‘’Investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi warga,’’ tutur bupati. (ebo/c1/naz)

Baca Juga :  Menuju Magetan yang Bersih, Nyaman, dan Sehat

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Prospek investasi di Magetan tahun ini cukup cerah. Setelah pabrik sigaret kretek tangan (SKT) berdiri di Prampelan, Karangrejo, kali ini giliran Lingkungan Industri Kulit (LIK) yang dilirik calon investor. PT Jannas, perusahaan perdagangan dan ekspor-impor, tertarik menanamkan modal untuk mengembangkan industri penyamakan kulit tersebut. ‘’Potensi industri kulit di Magetan luar biasa,’’ kata Abu Hanifah, direktur PT Jannas.

Sabtu (18/6) lalu, Hanifah dan jajarannya beraudiensi dengan pemkab di Pendapa Surya Graha. Menurut Hanifah, LIK berpotensi untuk dikembangkan menjadi pusat industri penyamakan kulit yang terintegrasi dan ramah lingkungan. ‘’Konsep ini yang coba kami tawarkan,’’ ujarnya.

LIK berdiri sejak 1983. Sayangnya, ada lebih dari 200 pengusaha penyamakan kulit yang ditengarai menghasilkan limbah secara tidak terkontrol. Pun, sungai di sekitarnya diduga tercemar. Usai audiensi, Bupati Magetan Suprawoto mengatakan bahwa pihaknya menyambut para investor dengan tangan terbuka. Dia juga meyakinkan bahwa pemkab akan memberi dukungan bantuan. ‘’Investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi warga,’’ tutur bupati. (ebo/c1/naz)

Baca Juga :  Kang Woto Dukung Alih Kelola Rumah Promosi IKM Magetan

Most Read

Artikel Terbaru

/