alexametrics
27.8 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Tiga Warga Barat-Magetan Tersandung Kasus Narkoba

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sebulan terakhir polisi sering hilir mudik di Kecamatan Barat, Magetan. Selain menggerebek dugaan praktik penimbunan BBM bersubsidi, polisi juga mengungkap dua kasus penyalahgunaan narkoba di kecamatan tersebut. ‘’Dua kasus narkoba dari Barat,’’ kata Kapolres Magetan AKBP Yakhob Silvana Delareskha, Senin (20/9).

Selama Operasi Tumpas Narkoba yang digelar sepanjang 12 hari lalu, polisi mengungkap dua kasus narkoba dan satu kasus peredaran jamu ilegal. Total empat tersangka diamankan. Kasus pertama diungkap dari Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat. Agus Santoso, 31, pemilik usaha bengkel di kelurahan setempat, kedapatan mengonsumsi sabu. ‘’Tempat usaha tersebut juga menjadi tempat transaksi,’’ beber Kapolres.

Baca Juga :  Perbaiki Lampu, Tewas Kesetrum

Selain meringkus Agus, polisi juga menciduk Choirul Muttaqin, 26, dan Sugeng, 45, dari Desa Manjung, Kecamatan Barat, atas kepemilikan 0,33 gram sabu. Dalam kasus ini, Choirul bertindak sebagai kurir yang diperintah Sugeng untuk membeli sabu dari MBH yang masih buron. ‘’Paket sabu itu ditebus seharga Rp 300 ribu,’’ kata Yakhob.

Polisi juga mengungkap kasus peredaran jamu ilegal. Mashuri, 38, warga Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan Kota, diringkus lantaran mengedarkan obat kuat tanpa izin edar dari BPOM. Obat itu dijual di sebuah warung jamu Jalan Yos Sudarso. ‘’Pelaku tidak memiliki izin edar dan keahlian di bidang kesehatan,’’ tuturnya. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sebulan terakhir polisi sering hilir mudik di Kecamatan Barat, Magetan. Selain menggerebek dugaan praktik penimbunan BBM bersubsidi, polisi juga mengungkap dua kasus penyalahgunaan narkoba di kecamatan tersebut. ‘’Dua kasus narkoba dari Barat,’’ kata Kapolres Magetan AKBP Yakhob Silvana Delareskha, Senin (20/9).

Selama Operasi Tumpas Narkoba yang digelar sepanjang 12 hari lalu, polisi mengungkap dua kasus narkoba dan satu kasus peredaran jamu ilegal. Total empat tersangka diamankan. Kasus pertama diungkap dari Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat. Agus Santoso, 31, pemilik usaha bengkel di kelurahan setempat, kedapatan mengonsumsi sabu. ‘’Tempat usaha tersebut juga menjadi tempat transaksi,’’ beber Kapolres.

Baca Juga :  Capres 02 Dinistakan, Panen Padi Lapor Bawaslu

Selain meringkus Agus, polisi juga menciduk Choirul Muttaqin, 26, dan Sugeng, 45, dari Desa Manjung, Kecamatan Barat, atas kepemilikan 0,33 gram sabu. Dalam kasus ini, Choirul bertindak sebagai kurir yang diperintah Sugeng untuk membeli sabu dari MBH yang masih buron. ‘’Paket sabu itu ditebus seharga Rp 300 ribu,’’ kata Yakhob.

Polisi juga mengungkap kasus peredaran jamu ilegal. Mashuri, 38, warga Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan Kota, diringkus lantaran mengedarkan obat kuat tanpa izin edar dari BPOM. Obat itu dijual di sebuah warung jamu Jalan Yos Sudarso. ‘’Pelaku tidak memiliki izin edar dan keahlian di bidang kesehatan,’’ tuturnya. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/