alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Kadisdukcapil Magetan: Salah Kirim Akta Kematian, Kesalahan Teknis Input Data

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus kesalahan teknis dalam pengiriman akta kematian ternyata dialami oleh dua warga Magetan. Selain Suparlan, dinas kependudukan dan pencatatan sipil (disdukcapil) menemukan satu warga lainnya. Yakni, seorang tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Puskesmas Tebon, Barat. ‘’Dinkes (dinas kesehatan, Red) sedang memvalidasi data itu,’’ kata Kepala Disdukcapil Magetan Hermawan, Sabtu (22/1/2022).

Hermawan mengungkapkan, penerbitan surat akta kematian kepada dua warganya menindaklanjuti turunnya surat dari Kemendagri. Yakni, Surat Edaran (SE) Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil 472.12/11406/Dukcapil tentang Peningkatan Cakupan Akta Kematian Per 30 Agustus 2021. ‘’Kami tindak lanjuti dengan berkoordinasi ke dinkes selaku pemilik data kematian Covid-19,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sempat Diterjang Banjir, Jembatan Bogem Akhirnya Rampung

Kala instruksi turun, lanjut dia, kasus positif virus korona cukup tinggi. Bahkan, penderitanya yang meninggal hampir seribu orang. Karena itu, ada kemungkinan kesalahan teknis memasukkan data. ‘’Kemungkinan besar salah input data pasien, yang seharusnya terpapar dan sembuh menjadi meninggal,’’ bebernya.

Hermawan menyampaikan, akta kematian Suparlan dan nakes Puskesmas Tebon telah ditarik. Pun, data keduanya yang dikirimkan ke pemerintah pusat sudah dicabut. Persoalan telah diselesaikan. Kesalahan teknis tersebut tidak memberikan dampak apa pun. Suparlan, misalnya, masih bisa mencairkan dana pensiun sebagai guru. ‘’Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semuanya agar memberikan pelayanan maksimal,’’ tuturnya. (mg5/c1/cor/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus kesalahan teknis dalam pengiriman akta kematian ternyata dialami oleh dua warga Magetan. Selain Suparlan, dinas kependudukan dan pencatatan sipil (disdukcapil) menemukan satu warga lainnya. Yakni, seorang tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Puskesmas Tebon, Barat. ‘’Dinkes (dinas kesehatan, Red) sedang memvalidasi data itu,’’ kata Kepala Disdukcapil Magetan Hermawan, Sabtu (22/1/2022).

Hermawan mengungkapkan, penerbitan surat akta kematian kepada dua warganya menindaklanjuti turunnya surat dari Kemendagri. Yakni, Surat Edaran (SE) Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil 472.12/11406/Dukcapil tentang Peningkatan Cakupan Akta Kematian Per 30 Agustus 2021. ‘’Kami tindak lanjuti dengan berkoordinasi ke dinkes selaku pemilik data kematian Covid-19,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Oksigen RSUD dr Sayidiman Dipasok PT Samator

Kala instruksi turun, lanjut dia, kasus positif virus korona cukup tinggi. Bahkan, penderitanya yang meninggal hampir seribu orang. Karena itu, ada kemungkinan kesalahan teknis memasukkan data. ‘’Kemungkinan besar salah input data pasien, yang seharusnya terpapar dan sembuh menjadi meninggal,’’ bebernya.

Hermawan menyampaikan, akta kematian Suparlan dan nakes Puskesmas Tebon telah ditarik. Pun, data keduanya yang dikirimkan ke pemerintah pusat sudah dicabut. Persoalan telah diselesaikan. Kesalahan teknis tersebut tidak memberikan dampak apa pun. Suparlan, misalnya, masih bisa mencairkan dana pensiun sebagai guru. ‘’Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semuanya agar memberikan pelayanan maksimal,’’ tuturnya. (mg5/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/