alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Wabah PMK Meluas di 10 Kecamatan di Magetan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rasa cemas terus menghantui peternak di Magetan. Pasalnya, kasus positif penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak terus bertambah banyak. Hingga kemarin (21/5), sudah terdapat 72 kasus positif PMK di Magetan. Lokasinya juga semakin meluas. Belakangan, kasus positif PMK telah ditemukan di 16 desa di 10 kecamatan. ‘’Kami terus berupaya menangani,’’ ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Nur Haryani, Minggu (22/5).

Diakui Nur, kasus PMK memang menyebar dengan cepat. Pekan lalu, baru ada 25 kasus positif PMK di Magetan. Dalam hitungan hari, kasus terkonfirmasi melonjak hingga di angka 72. Seluruh kasus positif PMK telah dikonfirmasi Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Jogjakarta. ‘’Situasi ini membuat sektor peternakan terpukul,’’ terangnya.

Baca Juga :  Magetan Gagal Pertahankan 15 Hari Zero Kasus Baru

Nur mengatakan, PMK memang tergolong sebagai penyakit yang penularannya sangat cepat. Bila di satu kandang terdapat satu ternak yang positif PMK, maka hampir dapat dipastikan ternak lain ikut tertular. Guna mencegah penularan semakin masif, Nur selalu menekankan pentingnya mengisolasi ternak yang telah terpapar. Peternak juga diimbau lebih jeli dalam memeriksa gejala-gejala PMK di ternaknya. ‘’Ternak yang menunjukkan gejala PMK perlu segera diisolasi untuk mengurangi risiko lebih banyak yang tertular,’’ jelasnya. (mg1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rasa cemas terus menghantui peternak di Magetan. Pasalnya, kasus positif penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak terus bertambah banyak. Hingga kemarin (21/5), sudah terdapat 72 kasus positif PMK di Magetan. Lokasinya juga semakin meluas. Belakangan, kasus positif PMK telah ditemukan di 16 desa di 10 kecamatan. ‘’Kami terus berupaya menangani,’’ ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Nur Haryani, Minggu (22/5).

Diakui Nur, kasus PMK memang menyebar dengan cepat. Pekan lalu, baru ada 25 kasus positif PMK di Magetan. Dalam hitungan hari, kasus terkonfirmasi melonjak hingga di angka 72. Seluruh kasus positif PMK telah dikonfirmasi Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Jogjakarta. ‘’Situasi ini membuat sektor peternakan terpukul,’’ terangnya.

Baca Juga :  Perputaran Uang Lebaran di Magetan Tembus Rp 92,4 Miliar

Nur mengatakan, PMK memang tergolong sebagai penyakit yang penularannya sangat cepat. Bila di satu kandang terdapat satu ternak yang positif PMK, maka hampir dapat dipastikan ternak lain ikut tertular. Guna mencegah penularan semakin masif, Nur selalu menekankan pentingnya mengisolasi ternak yang telah terpapar. Peternak juga diimbau lebih jeli dalam memeriksa gejala-gejala PMK di ternaknya. ‘’Ternak yang menunjukkan gejala PMK perlu segera diisolasi untuk mengurangi risiko lebih banyak yang tertular,’’ jelasnya. (mg1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/