alexametrics
28.3 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Klaster Hajatan Muncul di Takeran

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Klaster hajatan terus bermunculan di Magetan. Setelah Kediren di Lembeyan dan Purwosari di Magetan Kota, kini muncul klaster hajatan di Waduk, Takeran. Di desa tersebut, sebanyak 65 orang diminta menjalani tes cepat massal, Senin (21/6). Empat orang kedapatan reaktif. ‘’Seluruh warga yang menjalani rapid test antigen menghadiri hajatan,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohmat Hidayat, Selasa (22/6).

Klaster hajatan ketiga di Magetan itu bermula dari tuan rumah acara yang mengeluh sakit. Keluhan sakit disampaikan ke petugas Puskesmas Takeran selang beberapa hari usai hajatan digelar. Pihak puskesmas lantas melakukan pelacakan. Tak kurang dari 65 orang dites cepat. ‘’Warga yang merasa berkontak erat dengan pasien juga kooperatif meminta dites,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Inspektorat Kirim Tim ke Rumah PNS Satpol PP yang Lama Bolos Kerja

Situasi di Waduk relatif lebih baik dibandingkan di Kediren. Di desa tersebut, jumlah warga yang positif korona terus bertambah. Dari 47 orang, kini bertambah menjadi 63. Sebagian besar menjalani isolasi mandiri. ‘’Ada tiga orang yang dirujuk ke RSUD dr Sayidiman dan RSU Aisyiyah Ponorogo,’’ jelas Rohmat. (fat/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Klaster hajatan terus bermunculan di Magetan. Setelah Kediren di Lembeyan dan Purwosari di Magetan Kota, kini muncul klaster hajatan di Waduk, Takeran. Di desa tersebut, sebanyak 65 orang diminta menjalani tes cepat massal, Senin (21/6). Empat orang kedapatan reaktif. ‘’Seluruh warga yang menjalani rapid test antigen menghadiri hajatan,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohmat Hidayat, Selasa (22/6).

Klaster hajatan ketiga di Magetan itu bermula dari tuan rumah acara yang mengeluh sakit. Keluhan sakit disampaikan ke petugas Puskesmas Takeran selang beberapa hari usai hajatan digelar. Pihak puskesmas lantas melakukan pelacakan. Tak kurang dari 65 orang dites cepat. ‘’Warga yang merasa berkontak erat dengan pasien juga kooperatif meminta dites,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Produktif Menulis ala Raden Agus Anggoro Seto

Situasi di Waduk relatif lebih baik dibandingkan di Kediren. Di desa tersebut, jumlah warga yang positif korona terus bertambah. Dari 47 orang, kini bertambah menjadi 63. Sebagian besar menjalani isolasi mandiri. ‘’Ada tiga orang yang dirujuk ke RSUD dr Sayidiman dan RSU Aisyiyah Ponorogo,’’ jelas Rohmat. (fat/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/