alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

DPRD Magetan Getol Percepat Pembahasan Raperda Penanggulangan HIV/AIDS

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kalangan wakil rakyat ikut gelisah menyikapi maraknya kasus HIV/AIDS di Magetan. Begitu pemkab menyodorkan rancangan peraturan daerah (raperda) penanggulangan HIV/AIDS, DPRD tancap gas menggelar pembahasan. ‘’Kami kerja cepat agar raperda bisa segera disahkan,’’ kata Ketua Komisi C DPRD Magetan Dwi Heruyanto, Kamis (22/9).

Temuan 133 kasus HIV/AIDS dalam dua tahun terakhir cukup membuat Heru jengah. Padahal, pemerintah pusat mematok target tiga zero pada 2030 mendatang. Yakni, zero kasus baru, zero kematian HIV/AIDS, dan zero diskriminasi. ‘’Perlu ada peningkatan upaya preventif,’’ sebut politisi PKB itu.

Raperda penanggulangan HIV/AIDS diharapkan dapat memaksimalkan peran lintas sektor. Dengan demikian, upaya pencegahan dapat ditingkatkan. Termasuk edukasi secara masif menyasar berbagai kelompok masyarakat. ‘’Raperda penanggulangan HIV/AIDS ini akan menjadi dasar hukum bagi semua pihak dalam mengambil peran,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Salah Judul, Pembahasan Raperda Pengelolaan Rumah Susun Dipending

Heru mematok target pembahasan raperda penanggulangan HIV/AIDS bisa rampung tahun ini. Pun dua raperda lain menyangkut penanggulangan tuberkulosis dan tera ulang yang juga diusulkan oleh eksekutif. ‘’Semoga raperda ini melancarkan upaya dalam mencapai target tiga zero pada 2030,’’ pungkasnya. (hyo/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kalangan wakil rakyat ikut gelisah menyikapi maraknya kasus HIV/AIDS di Magetan. Begitu pemkab menyodorkan rancangan peraturan daerah (raperda) penanggulangan HIV/AIDS, DPRD tancap gas menggelar pembahasan. ‘’Kami kerja cepat agar raperda bisa segera disahkan,’’ kata Ketua Komisi C DPRD Magetan Dwi Heruyanto, Kamis (22/9).

Temuan 133 kasus HIV/AIDS dalam dua tahun terakhir cukup membuat Heru jengah. Padahal, pemerintah pusat mematok target tiga zero pada 2030 mendatang. Yakni, zero kasus baru, zero kematian HIV/AIDS, dan zero diskriminasi. ‘’Perlu ada peningkatan upaya preventif,’’ sebut politisi PKB itu.

Raperda penanggulangan HIV/AIDS diharapkan dapat memaksimalkan peran lintas sektor. Dengan demikian, upaya pencegahan dapat ditingkatkan. Termasuk edukasi secara masif menyasar berbagai kelompok masyarakat. ‘’Raperda penanggulangan HIV/AIDS ini akan menjadi dasar hukum bagi semua pihak dalam mengambil peran,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sesuaikan Aturan Baru, DPRD-Pemkot Madiun Sepakati Propemperda 2022 Diubah

Heru mematok target pembahasan raperda penanggulangan HIV/AIDS bisa rampung tahun ini. Pun dua raperda lain menyangkut penanggulangan tuberkulosis dan tera ulang yang juga diusulkan oleh eksekutif. ‘’Semoga raperda ini melancarkan upaya dalam mencapai target tiga zero pada 2030,’’ pungkasnya. (hyo/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/