alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Uji Kir Idealnya Enam Bulan Sekali

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kendaraan angkutan orang dan barang yang melintas di Magetan harus dipastikan layak jalan. Sayangnya, tak sedikit penyedia jasa angkutan yang tak acuh terhadap kondisi kendaraannya. Asal bisa jalan, tapi mengabaikan keselamatan banyak orang. ‘’Masalah yang banyak ditemui saat uji kir, umumnya rem dan lampu tak berfungsi dengan baik,’’ kata Husni Faisal Fahmi, penguji penyelia Dishub Magetan, Kamis (22/9).

Menurut Faisal, banyak insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) disebabkan kendaraan tak laik jalan. Rem dan lampu harus dipastikan berfungsi dengan baik. Termasuk bagian lain dari kendaraan. ‘’Kalau masyarakat taat uji kir, kemungkinan bisa menurunkan jumlah kejadian laka lantas,’’ ujar Faisal sembari menyebut banyak kendaraan tak lulus uji kir karena terlalu banyak dimodifikasi.

Baca Juga :  Bangli PPU Maospati Makin Menjadi-jadi

Faisal mendorong para penyedia jasa angkutan untuk rajin melakukan uji kir. Idealnya, uji kir dilakukan enam bulan sekali. Guna meningkatkan kesadaran masyarakat, dishub menggelar program pemutihan denda kir mulai kemarin hingga 21 Oktober mendatang. Besaran denda yang harus dibayarkan ketika telat satu bulan Rp 20 ribu. ‘’Selama pemutihan dibebaskan dari denda, mau telat berapa lama pun,’’ tuturnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kendaraan angkutan orang dan barang yang melintas di Magetan harus dipastikan layak jalan. Sayangnya, tak sedikit penyedia jasa angkutan yang tak acuh terhadap kondisi kendaraannya. Asal bisa jalan, tapi mengabaikan keselamatan banyak orang. ‘’Masalah yang banyak ditemui saat uji kir, umumnya rem dan lampu tak berfungsi dengan baik,’’ kata Husni Faisal Fahmi, penguji penyelia Dishub Magetan, Kamis (22/9).

Menurut Faisal, banyak insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) disebabkan kendaraan tak laik jalan. Rem dan lampu harus dipastikan berfungsi dengan baik. Termasuk bagian lain dari kendaraan. ‘’Kalau masyarakat taat uji kir, kemungkinan bisa menurunkan jumlah kejadian laka lantas,’’ ujar Faisal sembari menyebut banyak kendaraan tak lulus uji kir karena terlalu banyak dimodifikasi.

Baca Juga :  Bus Pariwisata Tabrak Tebing di Bantul, 13 Orang Tewas

Faisal mendorong para penyedia jasa angkutan untuk rajin melakukan uji kir. Idealnya, uji kir dilakukan enam bulan sekali. Guna meningkatkan kesadaran masyarakat, dishub menggelar program pemutihan denda kir mulai kemarin hingga 21 Oktober mendatang. Besaran denda yang harus dibayarkan ketika telat satu bulan Rp 20 ribu. ‘’Selama pemutihan dibebaskan dari denda, mau telat berapa lama pun,’’ tuturnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/