alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Truk Penyapu Jalan Telat Kirim 20 Hari

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – PT Pauli Persada harus membayar denda ke Pemkab Magetan. Pasalnya, rekanan penyedia barang asal Jakarta itu telat mengirim sweeper truck yang dibeli dinas lingkungan hidup (DLH) setempat. Kedatangan kendaraan penyapu jalan itu terlambat 20 hari dari kontrak kerja yang diteken. ‘’Baru minggu ini sampai,’’ kata Plt Kepala DLH Magetan Saif Muchlissun Rabu (22/1).

Muchlis, sapaan akrabnya, menyebut bahwa truk seharga Rp 2,34 miliar itu harusnya sampai Desember 2019 lalu. Pengadaannya dianggarkan di P-APBD 2019. Pemesanan Oktober 2019. Namun, karena cuaca ekstrem, truk itu tertahan di kapal berminggu-minggu. ‘’Masalah cuaca, makanya semakin lama sampai ke Magetan,’’ ujarnya.

Muchlis sempat khawatir kena tipu  karena terlalu lama menunggu. Apalagi, kendaraan itu bukan dari dalam negeri. Tapi langsung dari Jerman. Penantian Muchlis terbayar setelah kendaraan itu datang. Pun membuat gumun masyarakat setelah diuji coba kemarin (21/1).

Baca Juga :  Truk Parkir Ganggu Aktivitas di Pasar Muneng

Sebagai konsekuensi, PT Pauli Persada kena denda. Untungnya, pemkab bisa membayarnya tanpa menunggu Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2020. Seperti pekerjaan yang telat tahun-tahun sebelumnya. ‘’Sehingga, pemkab tak perlu berutang kepada PT Pauli Persada sepanjang tahun,’’ tuturnya.

Meski sudah diuji coba pegawai DLH didampingi teknisi PT Pauli Persada, kendaraan itu belum diserahterimakan. Kelengkapan surat-surat kendaraan belum dipegang DLH. Muchlis tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. ‘’Menunggu surat-surat komplet,’’ jelasnya.

Untuk sementara kendaraan itu dikandangkan. Karena belum akan dioperasikan dalam waktu dekat. DLH pun belum memiliki operator qualified. Tidak sembarangan orang bisa mengoperasikan. Harus bersertifikat. Kendaraan itu juga bisa digunakan memoles trotoar. Namun, harus diganti peranti penyedot sampahnya. ‘’Itu dijual terpisah. Untuk sementara hanya akan kami gunakan menyapu sampah,’’ pungkasnya. (bel/c1/sat)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – PT Pauli Persada harus membayar denda ke Pemkab Magetan. Pasalnya, rekanan penyedia barang asal Jakarta itu telat mengirim sweeper truck yang dibeli dinas lingkungan hidup (DLH) setempat. Kedatangan kendaraan penyapu jalan itu terlambat 20 hari dari kontrak kerja yang diteken. ‘’Baru minggu ini sampai,’’ kata Plt Kepala DLH Magetan Saif Muchlissun Rabu (22/1).

Muchlis, sapaan akrabnya, menyebut bahwa truk seharga Rp 2,34 miliar itu harusnya sampai Desember 2019 lalu. Pengadaannya dianggarkan di P-APBD 2019. Pemesanan Oktober 2019. Namun, karena cuaca ekstrem, truk itu tertahan di kapal berminggu-minggu. ‘’Masalah cuaca, makanya semakin lama sampai ke Magetan,’’ ujarnya.

Muchlis sempat khawatir kena tipu  karena terlalu lama menunggu. Apalagi, kendaraan itu bukan dari dalam negeri. Tapi langsung dari Jerman. Penantian Muchlis terbayar setelah kendaraan itu datang. Pun membuat gumun masyarakat setelah diuji coba kemarin (21/1).

Baca Juga :  Sembilan Bulan, Tilang 12.647 Pelanggar Lalin

Sebagai konsekuensi, PT Pauli Persada kena denda. Untungnya, pemkab bisa membayarnya tanpa menunggu Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2020. Seperti pekerjaan yang telat tahun-tahun sebelumnya. ‘’Sehingga, pemkab tak perlu berutang kepada PT Pauli Persada sepanjang tahun,’’ tuturnya.

Meski sudah diuji coba pegawai DLH didampingi teknisi PT Pauli Persada, kendaraan itu belum diserahterimakan. Kelengkapan surat-surat kendaraan belum dipegang DLH. Muchlis tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. ‘’Menunggu surat-surat komplet,’’ jelasnya.

Untuk sementara kendaraan itu dikandangkan. Karena belum akan dioperasikan dalam waktu dekat. DLH pun belum memiliki operator qualified. Tidak sembarangan orang bisa mengoperasikan. Harus bersertifikat. Kendaraan itu juga bisa digunakan memoles trotoar. Namun, harus diganti peranti penyedot sampahnya. ‘’Itu dijual terpisah. Untuk sementara hanya akan kami gunakan menyapu sampah,’’ pungkasnya. (bel/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/