alexametrics
31.7 C
Madiun
Monday, July 4, 2022

Puncak Haji Bertepatan dengan Musim Panas

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Magetan mengimbau calon jamaah haji (CJH) memperhatikan kesehatan saat pelaksaanaan ibadah haji tahun 1443 H. Pasalnya, pada puncak haji yang diperkirakan terjadi Juli nanti, suhu di Arab Saudi diprediksi tembus 48 hingga 49 derajat celsius. ‘’Bertepatan dengan puncak musim panas di Arab Saudi,’’ ujar Kepala Kantor Kemenag Magetan Muttakin, Senin (23/5).

Muttakin meminta CJH di tanah suci kelak tidak banyak beraktvitas fisik di luar ruangan bila tidak diperlukan. Selain itu memperbanyak minum air agar tidak dehidrasi. CJH juga diminta siap sedia payung supaya terhindar dari paparan sinar matahari langsung. ‘’Atau juga bisa gunakan krim pelembab untuk kulit,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Pemkab Magetan Terus-terusan Lobi Exit Toll

CJH yang mengalami gejala dehidrasi diimbau segera menghubungi petugas kesehatan. Supaya dapat segera mendapat penanganan. Muttakin menyebut, ada tiga titik krusial ibadah haji yang diwaspadai. Yakni Arafah, Muzdhalifah, dan Mina atau biasa disingkat Armuzna. ‘’Khususnya sebelum prosesi wukuf di Arafah yang merupakan puncak ibadah haji,’’ jelas Muttakin.

Cuaca panas di tanah suci berisiko menimbulkan sengatan panas, kelelahan, dehidrasi dan kaki melepuh. CJH diimbau jangan sampai kelelahan dan jatuh sakit saat. Sebab kelelahan merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan kematian pada CJH. ‘’Kami memperkuat edukasi kepada para jamaah agar tetap sehat selama beribadah haji,’’ terangnya. (mg1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Magetan mengimbau calon jamaah haji (CJH) memperhatikan kesehatan saat pelaksaanaan ibadah haji tahun 1443 H. Pasalnya, pada puncak haji yang diperkirakan terjadi Juli nanti, suhu di Arab Saudi diprediksi tembus 48 hingga 49 derajat celsius. ‘’Bertepatan dengan puncak musim panas di Arab Saudi,’’ ujar Kepala Kantor Kemenag Magetan Muttakin, Senin (23/5).

Muttakin meminta CJH di tanah suci kelak tidak banyak beraktvitas fisik di luar ruangan bila tidak diperlukan. Selain itu memperbanyak minum air agar tidak dehidrasi. CJH juga diminta siap sedia payung supaya terhindar dari paparan sinar matahari langsung. ‘’Atau juga bisa gunakan krim pelembab untuk kulit,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Pendidik Harus Memberi Contoh

CJH yang mengalami gejala dehidrasi diimbau segera menghubungi petugas kesehatan. Supaya dapat segera mendapat penanganan. Muttakin menyebut, ada tiga titik krusial ibadah haji yang diwaspadai. Yakni Arafah, Muzdhalifah, dan Mina atau biasa disingkat Armuzna. ‘’Khususnya sebelum prosesi wukuf di Arafah yang merupakan puncak ibadah haji,’’ jelas Muttakin.

Cuaca panas di tanah suci berisiko menimbulkan sengatan panas, kelelahan, dehidrasi dan kaki melepuh. CJH diimbau jangan sampai kelelahan dan jatuh sakit saat. Sebab kelelahan merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan kematian pada CJH. ‘’Kami memperkuat edukasi kepada para jamaah agar tetap sehat selama beribadah haji,’’ terangnya. (mg1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/