alexametrics
23.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Kang Woto Kaji Opsi Izin Hajatan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Merebaknya klaster hajatan membuat pening Bupati Magetan Suprawoto. Kang Woto –sapaan Suprawoto- berencana mengkaji ulang kebijakan relaksasi bagi warga dalam menggelar acara. Muncul opsi menyeleksi acara yang boleh dan tidak boleh digelar warga. ‘’Adanya opsi itu bisa memberi penegasan, mana yang boleh dan mana yang tidak,’’ kata Kang Woto, Rabu (23/6).

Mengacu aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, perizinan menggelar kegiatan menjadi wewenang satgas desa dan kelurahan. Nah, merebaknya klaster hajatan ditengarai akibat satgas desa atau kelurahan yang kurang tegas. Bahkan, diduga satgas cenderung tak enak hati dalam menolak pengajuan izin warganya.

Menurut Kang Woto, warga Magetan sah saja jika hendak menggelar acara. Asalkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). ‘’Jika muncul klaster, maka bisa diduga masyarakat lengah dalam menerapkan prokes,’’ beber bupati.

Baca Juga :  Program Literasi TIK Kota Madiun Raih Predikat Terbaik dari PBB

Lantaran di Kediren, Lembeyan; dan Purwosari, Magetan Kota, sudah muncul klaster, Kang Woto meminta satgas setempat lebih memperketat perizinan acara. ‘’Kalau memang selamatan bisa dibatasi jumlah jamaahnya, dan makanannya dibagikan langsung, mungkin tidak akan jadi masalah,’’ sebutnya. (fat/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Merebaknya klaster hajatan membuat pening Bupati Magetan Suprawoto. Kang Woto –sapaan Suprawoto- berencana mengkaji ulang kebijakan relaksasi bagi warga dalam menggelar acara. Muncul opsi menyeleksi acara yang boleh dan tidak boleh digelar warga. ‘’Adanya opsi itu bisa memberi penegasan, mana yang boleh dan mana yang tidak,’’ kata Kang Woto, Rabu (23/6).

Mengacu aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, perizinan menggelar kegiatan menjadi wewenang satgas desa dan kelurahan. Nah, merebaknya klaster hajatan ditengarai akibat satgas desa atau kelurahan yang kurang tegas. Bahkan, diduga satgas cenderung tak enak hati dalam menolak pengajuan izin warganya.

Menurut Kang Woto, warga Magetan sah saja jika hendak menggelar acara. Asalkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). ‘’Jika muncul klaster, maka bisa diduga masyarakat lengah dalam menerapkan prokes,’’ beber bupati.

Baca Juga :  Poles Monumen Soerjo Jadi Objek Wisata Nasional, Hargodumilah Group Duit Rp 4 Miliar

Lantaran di Kediren, Lembeyan; dan Purwosari, Magetan Kota, sudah muncul klaster, Kang Woto meminta satgas setempat lebih memperketat perizinan acara. ‘’Kalau memang selamatan bisa dibatasi jumlah jamaahnya, dan makanannya dibagikan langsung, mungkin tidak akan jadi masalah,’’ sebutnya. (fat/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/