alexametrics
28.4 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

PPDB Berakhir, 29 SMPN di Magetan Masih Kekurangan Pagu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN tahun ini perlu dievaluasi. Pasalnya, hanya ada 10 SMPN yang sukses memenuhi pagu seratus persen. Hingga PPDB berakhir Sabtu (18/6) lalu, 29 SMPN masih kekurangan pagu. ‘’Hanya sekolah di sekitar wilayah perkotaan yang pagunya terpenuhi seratus persen,’’ kata Plt Kabid Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Magetan Dwi Cahyo Setiono, Kamis (23/6).

Total pagu SMPN pada PPDB tahun ini berjumlah 6.176. Lantaran hanya sepuluh sekolah yang kursinya full-booked, kekurangan pagu pun tembus 890. Mirisnya, ada enam sekolah yang sama sekali tak mendapat murid baru. Keenam lembaga itu SMPN 3 Plaosan, SMPN 2 Poncol, SMPN Satap 2 Poncol, SMPN 2 Sukomoro, SMPN 3 Kawedanan, dan SMPN 2 Bendo. ‘’Sisa pagu tersebut dari PPDB jalur online maupun offline,’’ terang Dwi.

Baca Juga :  Pancaroba, Tren Kasus DBD di Magetan Meningkat

Menurut dia, terdapat sejumlah faktor yang membuat sekolah kesulitan memenuhi pagu. Pertama, terlalu banyak lembaga pendidikan di satu wilayah. Baik sekolah negeri, swasta, maupun madrasah. Kedua, jumlah lulusan SD yang memang sedikit. Ketiga, sejumlah siswa memilih melanjutkan pendidikan di luar daerah. ‘’Tidak ada perpanjangan PPDB,’’ sebutnya.

Dindikpora bakal mengevaluasi hasil PPDB tahun ini. Sebab, tak dimungkiri masih ada sekolah yang kesulitan memenuhi pagu. Namun, secara umum Dwi mengklaim bahwa PPDB tahun ini berjalan lancar. Sistem online dilaporkan tak mengalami kendala. ‘’Ke depan, rencananya jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua juga akan dibuka online,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN tahun ini perlu dievaluasi. Pasalnya, hanya ada 10 SMPN yang sukses memenuhi pagu seratus persen. Hingga PPDB berakhir Sabtu (18/6) lalu, 29 SMPN masih kekurangan pagu. ‘’Hanya sekolah di sekitar wilayah perkotaan yang pagunya terpenuhi seratus persen,’’ kata Plt Kabid Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Magetan Dwi Cahyo Setiono, Kamis (23/6).

Total pagu SMPN pada PPDB tahun ini berjumlah 6.176. Lantaran hanya sepuluh sekolah yang kursinya full-booked, kekurangan pagu pun tembus 890. Mirisnya, ada enam sekolah yang sama sekali tak mendapat murid baru. Keenam lembaga itu SMPN 3 Plaosan, SMPN 2 Poncol, SMPN Satap 2 Poncol, SMPN 2 Sukomoro, SMPN 3 Kawedanan, dan SMPN 2 Bendo. ‘’Sisa pagu tersebut dari PPDB jalur online maupun offline,’’ terang Dwi.

Baca Juga :  Candi Sadon Jarang Dilirik Wisatawan

Menurut dia, terdapat sejumlah faktor yang membuat sekolah kesulitan memenuhi pagu. Pertama, terlalu banyak lembaga pendidikan di satu wilayah. Baik sekolah negeri, swasta, maupun madrasah. Kedua, jumlah lulusan SD yang memang sedikit. Ketiga, sejumlah siswa memilih melanjutkan pendidikan di luar daerah. ‘’Tidak ada perpanjangan PPDB,’’ sebutnya.

Dindikpora bakal mengevaluasi hasil PPDB tahun ini. Sebab, tak dimungkiri masih ada sekolah yang kesulitan memenuhi pagu. Namun, secara umum Dwi mengklaim bahwa PPDB tahun ini berjalan lancar. Sistem online dilaporkan tak mengalami kendala. ‘’Ke depan, rencananya jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua juga akan dibuka online,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/