27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Eco Bamboo Park Magetan Masuk Perencanaan Mikro

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Niat pemkab membangun Eco Bamboo Park (EBP) sudah bulat. Anggaran untuk sejumlah keperluan sudah disiapkan.

‘’Anggaran yang sudah ada untuk study penyusunan masterplan dan pembelian bibit bambu yang akan ditanam,’’ kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Penelitan dan Pengembangan (Litbang) Magetan Elmy Kurnianto Widodo, Rabu (23/11).

Sebelumnya, kalangan legislatif setempat menyorot rencana pembangunan EBP. Baik dari aspek kajian maupun anggaran yang dibutuhkan.

Dewan menyebut dana sebesar Rp 15 miliar dibutuhkan untuk menyulap lahan seluas 18 hekatare (sebelumnya tertulis 19 hektare) di Desa Tinap, Sukomoro, itu. ‘’Rencana sudah tahap mikro, penyususnan masterplan,’’ ungkap Elmy.

Baca Juga :  Telaga Sarangan Bakal Dikelola BUMD?

Elmy menjelaskan, masterplan dan tahap pra randang bangun rinci alias detail engineering desaign (DED) sudah disusun dinas lingkungan hidup (DLH) setempat. Pun, desain teknis bangunan, spesifikasi teknis maupun umum, serta biaya pekerjaan.

‘’Bangunan masifnya sangat kecil, misal musala, gapura, kolam, dan jalan, sisanya lahan terbuka hijau,’’ ujarnya. (hyo/den)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Niat pemkab membangun Eco Bamboo Park (EBP) sudah bulat. Anggaran untuk sejumlah keperluan sudah disiapkan.

‘’Anggaran yang sudah ada untuk study penyusunan masterplan dan pembelian bibit bambu yang akan ditanam,’’ kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Penelitan dan Pengembangan (Litbang) Magetan Elmy Kurnianto Widodo, Rabu (23/11).

Sebelumnya, kalangan legislatif setempat menyorot rencana pembangunan EBP. Baik dari aspek kajian maupun anggaran yang dibutuhkan.

Dewan menyebut dana sebesar Rp 15 miliar dibutuhkan untuk menyulap lahan seluas 18 hekatare (sebelumnya tertulis 19 hektare) di Desa Tinap, Sukomoro, itu. ‘’Rencana sudah tahap mikro, penyususnan masterplan,’’ ungkap Elmy.

Baca Juga :  Hutan Pinus Getasanyar Terbakar

Elmy menjelaskan, masterplan dan tahap pra randang bangun rinci alias detail engineering desaign (DED) sudah disusun dinas lingkungan hidup (DLH) setempat. Pun, desain teknis bangunan, spesifikasi teknis maupun umum, serta biaya pekerjaan.

‘’Bangunan masifnya sangat kecil, misal musala, gapura, kolam, dan jalan, sisanya lahan terbuka hijau,’’ ujarnya. (hyo/den)

Most Read

Artikel Terbaru

/