alexametrics
28.9 C
Madiun
Friday, July 1, 2022

Santri Temukan Jasad Bayi Dalam Ember di Kamar Mandi Ponpes

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Ketenangan aktivitas belajar di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Desa Sumberagung, Plaosan terusik. Itu setelah salah santri di ponpes tersebut menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki di kamar mandi putri saat mencuci pakaian pada Sabtu (21/12) lalu sekitar pukul 04.30.

Bayi itu ditemukan meninggal tengkurap di dalam ember yang tertutup kain. Terdapat banyak darah di dalam ember tersebut dan baunya menguar. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Plaosan sebelum akhirnya diteruskan ke Polres Magetan.

Kasatreskrim Polres Magetan AKP Sukatni mengatakan, temuan bayi di dalam kamar mandi itu langsung ditindaklanjuti dengan memeriksa sejumlah santri. ‘’Sudah kami periksa, tapi hasilnya belum keluar untuk memastikan penyebab kematian bayinya,’’ katanya Minggu (22/12).

Bayi malang tersebut sudah membusuk dan diduga dibuang oleh pelaku setelah dilahirkan. Hanya, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan apakah bayi itu dibunuh dulu atau memang sudah meninggal saat dilahirkan. ‘’Seperti apa kejadiannya, kami masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil visum bayi dari RSUD dr Sayidiman,’’ ujarnya.

Baca Juga :  PPKM Darurat Jawa-Bali, Pendapatan Angkutan Penumpang Drop

Sukatni menambahkan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang tega membuang bayi tak berdosa itu. Hasilnya, sudah dikantongi.

Namun, Sukatni belum bisa membeberkan semua itu ke publik. Alasannya, karena masih diselidiki. Yang jelas, dia menyebut ibu bayi tak berdosa itu merupakan salah seorang pengajar di ponpes tersebut. Dia berasal dari Jember dan telah mengajar sekitar enam bulan di ponpes itu. ‘’Kami masih belum bisa memintai keterangan ibu bayi itu secara lebih jelas. Soalnya, yang bersangkutan masih menjalani perawatan pascamelahirkan,’’ terangnya.

Pihaknya sangat berharap ibu dari bayi itu terbuka. Sehingga, memudahkan penyidik dalam mengungkapkan kasus tersebut. Termasuk kemungkinan untuk membeberkan siapa ayah dari jabang bayi itu. ‘’Apakah ada pihak-pihak lain yang terlibat terus kami selidiki,’’ kata Sukatni. (fat/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Ketenangan aktivitas belajar di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Desa Sumberagung, Plaosan terusik. Itu setelah salah santri di ponpes tersebut menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki di kamar mandi putri saat mencuci pakaian pada Sabtu (21/12) lalu sekitar pukul 04.30.

Bayi itu ditemukan meninggal tengkurap di dalam ember yang tertutup kain. Terdapat banyak darah di dalam ember tersebut dan baunya menguar. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Plaosan sebelum akhirnya diteruskan ke Polres Magetan.

Kasatreskrim Polres Magetan AKP Sukatni mengatakan, temuan bayi di dalam kamar mandi itu langsung ditindaklanjuti dengan memeriksa sejumlah santri. ‘’Sudah kami periksa, tapi hasilnya belum keluar untuk memastikan penyebab kematian bayinya,’’ katanya Minggu (22/12).

Bayi malang tersebut sudah membusuk dan diduga dibuang oleh pelaku setelah dilahirkan. Hanya, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan apakah bayi itu dibunuh dulu atau memang sudah meninggal saat dilahirkan. ‘’Seperti apa kejadiannya, kami masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil visum bayi dari RSUD dr Sayidiman,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sekolahan Jadi Tempat Karantina hingga Larang Kabar Duka Diumumkan via Pengeras Suara

Sukatni menambahkan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang tega membuang bayi tak berdosa itu. Hasilnya, sudah dikantongi.

Namun, Sukatni belum bisa membeberkan semua itu ke publik. Alasannya, karena masih diselidiki. Yang jelas, dia menyebut ibu bayi tak berdosa itu merupakan salah seorang pengajar di ponpes tersebut. Dia berasal dari Jember dan telah mengajar sekitar enam bulan di ponpes itu. ‘’Kami masih belum bisa memintai keterangan ibu bayi itu secara lebih jelas. Soalnya, yang bersangkutan masih menjalani perawatan pascamelahirkan,’’ terangnya.

Pihaknya sangat berharap ibu dari bayi itu terbuka. Sehingga, memudahkan penyidik dalam mengungkapkan kasus tersebut. Termasuk kemungkinan untuk membeberkan siapa ayah dari jabang bayi itu. ‘’Apakah ada pihak-pihak lain yang terlibat terus kami selidiki,’’ kata Sukatni. (fat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/