alexametrics
23.7 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Fokus Atasi Dampak Pandemi, Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Ini

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemulihan ekonomi menjadi fokus penggunaan dana desa (DD) tahun ini. Salah satunya program bantuan langsung tunai (BLT) untuk warga terdampak pandemi Covid-19. Desa juga diminta mewaspadai ancaman gelombang ketiga pandemi korona dengan menyiapkan anggaran tak terduga. ‘’Harus sesuai skala prioritas yang diatur,’’ kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan Eko Muryanto, Senin (24/1/2022).

Tahun ini seluruh desa di Magetan digerojok DD mencapai Rp 172,4 miliar. Jumlah DD yang diterima setiap desa berbeda. Sebagai gambaran, tahun lalu Desa Selopanggung di Kecamatan Ngariboyo mendapat DD terkecil di antara ratusan desa lain. Desa tersebut hanya mendapat DD Rp 628 juta. Sementara Desa Turi di Kecamatan Panekan mendapat jatah terbesar, yakni senilai Rp 1,32 miliar.

Baca Juga :  Kejaksaan Tanggapi Dingin Surat Aduan Dugaan Pungli Oknum Lurah di Magetan

Eko mengatakan, berbagai program untuk menanggulangi dampak pandemi bakal dilanjutkan tahun ini. Selain BLT yang diberikan langsung kepada warga terdampak, desa juga dapat melaksanakan program padat karya tunai desa (PKTD). ‘’Sesuaikan dengan kondisi riil di desa, juga perhatikan tiga ketentuan yang diterbitkan pemerintah pusat,’’ ujarnya.

Ada tiga regulasi yang harus menjadi acuan seluruh desa pada tahun ini. Yakni, Perpres 104/2021, PMK 94/2021, dan Permendesa PDTT 7/2021. Eko meminta desa tunduk pada ketiga regulasi tersebut. Selanjutnya mengarahkan fokus penggunaan DD untuk pemulihan ekonomi. Fokus tersebut harus tertuang dalam rencana kerja pemerintah desa (RKPD) untuk tahun ini. ‘’Dengan pengelolaan yang tepat, DD diharapkan menjadi motor kebangkitan perekonomian di desa-desa,’’ pungkas Eko. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemulihan ekonomi menjadi fokus penggunaan dana desa (DD) tahun ini. Salah satunya program bantuan langsung tunai (BLT) untuk warga terdampak pandemi Covid-19. Desa juga diminta mewaspadai ancaman gelombang ketiga pandemi korona dengan menyiapkan anggaran tak terduga. ‘’Harus sesuai skala prioritas yang diatur,’’ kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan Eko Muryanto, Senin (24/1/2022).

Tahun ini seluruh desa di Magetan digerojok DD mencapai Rp 172,4 miliar. Jumlah DD yang diterima setiap desa berbeda. Sebagai gambaran, tahun lalu Desa Selopanggung di Kecamatan Ngariboyo mendapat DD terkecil di antara ratusan desa lain. Desa tersebut hanya mendapat DD Rp 628 juta. Sementara Desa Turi di Kecamatan Panekan mendapat jatah terbesar, yakni senilai Rp 1,32 miliar.

Baca Juga :  Gandeng Taspen-Bulog, BRI Ajak Warga Tenang di Hari Tua via Briguna Pra Purna

Eko mengatakan, berbagai program untuk menanggulangi dampak pandemi bakal dilanjutkan tahun ini. Selain BLT yang diberikan langsung kepada warga terdampak, desa juga dapat melaksanakan program padat karya tunai desa (PKTD). ‘’Sesuaikan dengan kondisi riil di desa, juga perhatikan tiga ketentuan yang diterbitkan pemerintah pusat,’’ ujarnya.

Ada tiga regulasi yang harus menjadi acuan seluruh desa pada tahun ini. Yakni, Perpres 104/2021, PMK 94/2021, dan Permendesa PDTT 7/2021. Eko meminta desa tunduk pada ketiga regulasi tersebut. Selanjutnya mengarahkan fokus penggunaan DD untuk pemulihan ekonomi. Fokus tersebut harus tertuang dalam rencana kerja pemerintah desa (RKPD) untuk tahun ini. ‘’Dengan pengelolaan yang tepat, DD diharapkan menjadi motor kebangkitan perekonomian di desa-desa,’’ pungkas Eko. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/