23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Baru 103 Pemdes di Magetan yang Ajukan Pencairan DD Tahap I

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Seratusan pemerintah desa (pemdes) di Magetan urung melengkapi syarat pencairan dana desa (DD) termin pertama tahun ini. Dari 207 desa, baru 103 pemdes yang menyerahkan proposal penyaluran ke dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD).

‘’Pemdes yang belum masih proses melengkapi berkas persyaratan,’’ kata Kepala DPMD Magetan Eko Muryanto, Senin (23/1).

Mengacu Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) 201/PMK.07/2022 tentang Pengelolaan Dana Desa, pencairan DD dari total penerimaan dibagi menjadi dua kategori. Pertama, tiga tahap dengan persentase 40 persen untuk tahap I dan II serta 20 persen tahap terakhir. Kedua khusus berstatus desa mandiri hanya dua tahap. Masing-masing 60 persen dan 40 persen.

Baca Juga :  Permintaan Kang Woto Terkait Pengamanan Nataru: Handphone Harus Aktif 24 Jam

Eko mengatakan, proposal DD 103 pemdes telah selesai diverifikasi. Pihaknya menunggu surat rekomendasi dari badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD). Selanjutnya proposal bakal diverifikasi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

‘’Fasilitas pengajuannya belum dibuka,’’ ujarnya sembari menyebut besaran DD tahun ini Rp 185,9 miliar, naik Rp 13 miliar dibandingkan tahun lalu.

Sementara, pencairan alokasi dana desa (ADD) tahap pertama sebesar 35 persen dapat dicairkan minggu ini. Setelah mengantongi persetujuan Bupati Suprawoto dan turunnya dokumen pelaksanaan anggaran (DPA). Total anggarannya Rp 105,7 miliar. ‘’Kami akan memberikan surat pemberitahuan ke masing-masing desa,’’ ucap Kabid Pemberdayaan Pembangunan Desa DPMD Magetan Titik Karyawati. (hyo/cor)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Seratusan pemerintah desa (pemdes) di Magetan urung melengkapi syarat pencairan dana desa (DD) termin pertama tahun ini. Dari 207 desa, baru 103 pemdes yang menyerahkan proposal penyaluran ke dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD).

‘’Pemdes yang belum masih proses melengkapi berkas persyaratan,’’ kata Kepala DPMD Magetan Eko Muryanto, Senin (23/1).

Mengacu Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) 201/PMK.07/2022 tentang Pengelolaan Dana Desa, pencairan DD dari total penerimaan dibagi menjadi dua kategori. Pertama, tiga tahap dengan persentase 40 persen untuk tahap I dan II serta 20 persen tahap terakhir. Kedua khusus berstatus desa mandiri hanya dua tahap. Masing-masing 60 persen dan 40 persen.

Baca Juga :  Klinik Mata EDC Group Operasi Gratis 100 Orang Sakit Katarak dan Pterygium

Eko mengatakan, proposal DD 103 pemdes telah selesai diverifikasi. Pihaknya menunggu surat rekomendasi dari badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD). Selanjutnya proposal bakal diverifikasi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

‘’Fasilitas pengajuannya belum dibuka,’’ ujarnya sembari menyebut besaran DD tahun ini Rp 185,9 miliar, naik Rp 13 miliar dibandingkan tahun lalu.

Sementara, pencairan alokasi dana desa (ADD) tahap pertama sebesar 35 persen dapat dicairkan minggu ini. Setelah mengantongi persetujuan Bupati Suprawoto dan turunnya dokumen pelaksanaan anggaran (DPA). Total anggarannya Rp 105,7 miliar. ‘’Kami akan memberikan surat pemberitahuan ke masing-masing desa,’’ ucap Kabid Pemberdayaan Pembangunan Desa DPMD Magetan Titik Karyawati. (hyo/cor)

Most Read

Artikel Terbaru