27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

BLT BBM di Magetan Tersalur Rp 16,08 Miliar, 548 KPM Tak Mencairkan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dana bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM) masih ngendon sekitar Rp 500 jutaan di rekening PT Pos Magetan. Per kemarin, penyaluran BLT BBM mencapai 97 persen. Total BLT yang telah tersalurkan mencapai Rp 16,08 miliar.

Tersisa tiga persen yang belum atau tidak bisa mencairkan. ‘’Dua dari tiga persen itu dipastikan gagal bayar karena berbagai alasan,’’ kata Executive Manager PT Pos Magetan Catur Ahaddi Nizar, Sabtu (24/9).

Dua persen keluarga penerima manfaat (KPM) yang dimaksud Catur secara riil berjumlah 548 orang. Di antara mereka, ada yang meninggal dunia, pindah domisili ke luar Magetan, serta dianggap mampu. ‘’Data ini masih bersifat sementara, kemungkinan masih bisa bertambah,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pariwisata Magetan Belum Bangun dari Mati Suri

Lantaran hampir dipastikan tak bisa mencairkan, data 548 KPM telah dinonaktifkan kantor pos. Satu persen KPM masih ditunggu untuk mencairkan BLT senilai Rp 300 ribu tersebut. ‘’Bagi yang belum mengambil, bisa mendatangi kantor pos cabang di kecamatan,’’ terangnya.

Penyaluran BLT BBM edisi September-Oktober ditarget kelar akhir bulan ini. Catur memastikan, KPM yang datanya telah dicoret tidak akan mendapat penyaluran BLT BBM lagi untuk edisi November dan Desember. ‘’Akan ada pemutakhiran data di tingkat pusat untuk meningkatkan akurasi penyaluran bantuan,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dana bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM) masih ngendon sekitar Rp 500 jutaan di rekening PT Pos Magetan. Per kemarin, penyaluran BLT BBM mencapai 97 persen. Total BLT yang telah tersalurkan mencapai Rp 16,08 miliar.

Tersisa tiga persen yang belum atau tidak bisa mencairkan. ‘’Dua dari tiga persen itu dipastikan gagal bayar karena berbagai alasan,’’ kata Executive Manager PT Pos Magetan Catur Ahaddi Nizar, Sabtu (24/9).

Dua persen keluarga penerima manfaat (KPM) yang dimaksud Catur secara riil berjumlah 548 orang. Di antara mereka, ada yang meninggal dunia, pindah domisili ke luar Magetan, serta dianggap mampu. ‘’Data ini masih bersifat sementara, kemungkinan masih bisa bertambah,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Magetan Sodorkan 13 Desa Bersaing di ADWI 2022

Lantaran hampir dipastikan tak bisa mencairkan, data 548 KPM telah dinonaktifkan kantor pos. Satu persen KPM masih ditunggu untuk mencairkan BLT senilai Rp 300 ribu tersebut. ‘’Bagi yang belum mengambil, bisa mendatangi kantor pos cabang di kecamatan,’’ terangnya.

Penyaluran BLT BBM edisi September-Oktober ditarget kelar akhir bulan ini. Catur memastikan, KPM yang datanya telah dicoret tidak akan mendapat penyaluran BLT BBM lagi untuk edisi November dan Desember. ‘’Akan ada pemutakhiran data di tingkat pusat untuk meningkatkan akurasi penyaluran bantuan,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/