27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Kang Woto Gencar Modernisasi Pasar Besar, Revitalisasi Merambah Pusat Niaga

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sektor perdagangan mendapat atensi penuh dari Bupati Magetan Suprawoto dan Wabup Nanik Endang Rusminiarti. Salah satu jurus yang dilancarkan untuk mempercepat perputaran ekonomi adalah dengan merevitalisasi Pasar Baru Magetan (PBM). Kini, PBM menjadi lebih modern. ‘’PBM diharapkan menjadi pusat ekonomi di wilayah kota,’’ ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Sucipto.

Revitalisasi PBM direalisasikan dalam empat tahap. 2019 lalu, pemkab mengalokasikan anggaran Rp 3,1 miliar. Revitalisasi dilanjutkan tahun 2020 dengan memakan dana Rp 4,5 miliar. Dana tersebut termasuk untuk penambahan eskalator dan mempercantik area PBM. ‘’Eskalator kuat dilewati sembilan ribu orang per jam,’’ sebutnya.

Di tahun ketiga pengembangan, revitalisasi dilanjutkan dengan menyedot dana Rp 4,2 miliar. Perombakan fasad menjadi fokus revitalisasi, khususnya di sisi barat dan timur pasar. Lalu di tahun ini, dilanjutkan dengan pembangunan food court dua lantai. Anggaran yang disiapkan Rp 3,7 miliar. ‘’Rencananya, food court mampu menampung sekitar 34 UMKM kuliner,’’ ujar Sucipto. ‘’Kami targetkan pembangunan tuntas di akhir tahun ini,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  100 Pendaki Tertahan di Puncak Lawu

Disperindag juga memodernisasi pasar-pasar kecamatan. Ini merupakan tugas pembantuan dari pemerintah pusat guna memperkuat perdagangan daerah. Contohnya Pasar Maospati 1 dengan nilai Rp 3 miliar serta Pasar Parang dengan yang menyedot biaya Rp 4 miliar. Pun, industri kecil menengah (IKM) juga mendapat perhatian pemerintah. ‘’Rumah kemasan dan rumah promosi dibangun untuk mendukung pengembangan IKM,’’ tandasnya. (ebo/naz/adv)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sektor perdagangan mendapat atensi penuh dari Bupati Magetan Suprawoto dan Wabup Nanik Endang Rusminiarti. Salah satu jurus yang dilancarkan untuk mempercepat perputaran ekonomi adalah dengan merevitalisasi Pasar Baru Magetan (PBM). Kini, PBM menjadi lebih modern. ‘’PBM diharapkan menjadi pusat ekonomi di wilayah kota,’’ ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Sucipto.

Revitalisasi PBM direalisasikan dalam empat tahap. 2019 lalu, pemkab mengalokasikan anggaran Rp 3,1 miliar. Revitalisasi dilanjutkan tahun 2020 dengan memakan dana Rp 4,5 miliar. Dana tersebut termasuk untuk penambahan eskalator dan mempercantik area PBM. ‘’Eskalator kuat dilewati sembilan ribu orang per jam,’’ sebutnya.

Di tahun ketiga pengembangan, revitalisasi dilanjutkan dengan menyedot dana Rp 4,2 miliar. Perombakan fasad menjadi fokus revitalisasi, khususnya di sisi barat dan timur pasar. Lalu di tahun ini, dilanjutkan dengan pembangunan food court dua lantai. Anggaran yang disiapkan Rp 3,7 miliar. ‘’Rencananya, food court mampu menampung sekitar 34 UMKM kuliner,’’ ujar Sucipto. ‘’Kami targetkan pembangunan tuntas di akhir tahun ini,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Crowded, Dishub Magetan Ubah Zona Parkir di Dua Ruas Jalan

Disperindag juga memodernisasi pasar-pasar kecamatan. Ini merupakan tugas pembantuan dari pemerintah pusat guna memperkuat perdagangan daerah. Contohnya Pasar Maospati 1 dengan nilai Rp 3 miliar serta Pasar Parang dengan yang menyedot biaya Rp 4 miliar. Pun, industri kecil menengah (IKM) juga mendapat perhatian pemerintah. ‘’Rumah kemasan dan rumah promosi dibangun untuk mendukung pengembangan IKM,’’ tandasnya. (ebo/naz/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/