27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Ribuan Rumah Tidak Layak Huni direhab di Era Kang Woto-Bunda Nanik

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kualitas hidup warga Magetan meningkat di bawah kepemimpinan Bupati Magetan Suprawoto dan Wabup Nanik Endang Rusminiarti. Selama kepemimpinan mereka ribuan unit rumah tidak layak huni (RTLH) direhab lewat berbagai program yang dijalankan Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan. ‘’Tahun ini paling tidak ada seribu RTLH yang akan diperbaiki,’’ kata Kepala Disperkim Magetan Sudiro.

Ada sejumlah mata anggaran yang digunakan untuk program rehab RTLH. Diantaranya, program yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Rehab RTLH juga didukung program corporate social responsibility (CSR) dari berbagai badan usaha.

BSPS di Magetan menyasar 513 RTLH. Pelaksanaannya dibagi tiga tahap. Tahap pertama selesai 280 unit di tujuh kecamatan dan 14 Desa. Tahap kedua menyasar 200 unit tersebar di delapan kecamatan dan 14 Desa. Sementara tahap tiga ada 33 penerima. ‘’Bantuan yang diterima nantinya berwujud material dan upah tukang. Bukan uang tunai,’’ terang Sudiro.

Baca Juga :  Kepikiran Utang, Pria Ini Nekat “Ngendhat”

Selain BSPS, Disperkim juga mendapat alokasi anggaran (DAK) untuk merehab 100 unit RTLH. Penerima bantuan tersebar di Maospati, Karangrejo dan Magetan. Sementara, anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) digunakan untuk merehab 420 unit RTLH yang tersebar di 18 Kecamatan.

‘’Nilai bantuan dari program BSPS dan DAU sekitar Rp 20 juta, sedangkan dari dana DAK sebesar Rp. 35 juta untuk pembangunan rumah baru.

Data terbaru di Disperkim Magetan, masih ada sekitar 4.400 rumah tidak layak huni (RTLH). Ada yang kategori rusak berat, sedang maupun ringan. Sudiro mendorong semua pihak ikut berperan. ‘’Melalui berbagai program ini mudah-mudahan masyarakat Magetan bisa memiliki rumah yang layak huni. Dan RTLH di Magetan bisa berkurang setiap tahunnya,’’ pungkas Sudiro.(ebo/naz/adv)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kualitas hidup warga Magetan meningkat di bawah kepemimpinan Bupati Magetan Suprawoto dan Wabup Nanik Endang Rusminiarti. Selama kepemimpinan mereka ribuan unit rumah tidak layak huni (RTLH) direhab lewat berbagai program yang dijalankan Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan. ‘’Tahun ini paling tidak ada seribu RTLH yang akan diperbaiki,’’ kata Kepala Disperkim Magetan Sudiro.

Ada sejumlah mata anggaran yang digunakan untuk program rehab RTLH. Diantaranya, program yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Rehab RTLH juga didukung program corporate social responsibility (CSR) dari berbagai badan usaha.

BSPS di Magetan menyasar 513 RTLH. Pelaksanaannya dibagi tiga tahap. Tahap pertama selesai 280 unit di tujuh kecamatan dan 14 Desa. Tahap kedua menyasar 200 unit tersebar di delapan kecamatan dan 14 Desa. Sementara tahap tiga ada 33 penerima. ‘’Bantuan yang diterima nantinya berwujud material dan upah tukang. Bukan uang tunai,’’ terang Sudiro.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Bedah RTLH-Jambanisasi Habiskan Rp 1,3 Miliar

Selain BSPS, Disperkim juga mendapat alokasi anggaran (DAK) untuk merehab 100 unit RTLH. Penerima bantuan tersebar di Maospati, Karangrejo dan Magetan. Sementara, anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) digunakan untuk merehab 420 unit RTLH yang tersebar di 18 Kecamatan.

‘’Nilai bantuan dari program BSPS dan DAU sekitar Rp 20 juta, sedangkan dari dana DAK sebesar Rp. 35 juta untuk pembangunan rumah baru.

Data terbaru di Disperkim Magetan, masih ada sekitar 4.400 rumah tidak layak huni (RTLH). Ada yang kategori rusak berat, sedang maupun ringan. Sudiro mendorong semua pihak ikut berperan. ‘’Melalui berbagai program ini mudah-mudahan masyarakat Magetan bisa memiliki rumah yang layak huni. Dan RTLH di Magetan bisa berkurang setiap tahunnya,’’ pungkas Sudiro.(ebo/naz/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/