27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Belasan Sekolah di Magetan Belum Rampung Diperbaiki

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Perbaikan gedung sekolah jenjang SD dan SMP di Magetan belum tuntas. Dari total 76 lembaga pendidikan masuk daftar renovasi tahun ini, sebagian di antaranya masih dalam proses pengerjaan.

‘’Yang sedang dalam perbaikan masih 20 persen,’’ kata Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Magetan Dwi Cahyo Setiono, Rabu (23/11).

Catatan dindikpora, total sekolah diperbaiki tahun ini meliputi 52 SDN dan 24 SMPN. Merujuk persentase capaian, ada sekitar 15 sekolah yang masih dalam proses perbaikan saat ini. Padahal, pertengahan Desember menjadi target penyelesaian sekaligus serah terima.

Dengan kata lain, waktu perbaikan tersisa kurang dari sebulan. ‘’Kami optimistis semua perbaikan yang ada dalam anggaran tahun ini dapat dilaksanakan 100 persen,’’ ungkap Cahyo.

Baca Juga :  Telaga Sarangan-Wahyu Lockdown 11 Hari

Cahyo menjelaskan, perbaikan pada 52 SDN menggunakan anggaran sebanyak Rp 8,2 miliar. Perinciannya, Rp 3,8 miliar dana alokasi khusus (DAK), dan Rp 4,4 miliar APBD. Sementara untuk 24 SMPN, total senilai Rp 13,5 miliar. ‘’Untuk jenjang SMP, Rp 400 juta dari APBD. Selebihnya dari DAK,’’ ujarnya.

Cahyo mengatakan, sekolah yang diperbaiki tahun ini mayoritas mengalamai kerusakan di bagian atap. Pun, bangunan lapuk yang berbahaya saat kegiatan belajar mengajar. ‘’Sekolah- sekolah yang tahun ini rusak, rencana akan masuk perbaikan tahun depan,’’ pungkasnya. (mg1/den)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Perbaikan gedung sekolah jenjang SD dan SMP di Magetan belum tuntas. Dari total 76 lembaga pendidikan masuk daftar renovasi tahun ini, sebagian di antaranya masih dalam proses pengerjaan.

‘’Yang sedang dalam perbaikan masih 20 persen,’’ kata Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Magetan Dwi Cahyo Setiono, Rabu (23/11).

Catatan dindikpora, total sekolah diperbaiki tahun ini meliputi 52 SDN dan 24 SMPN. Merujuk persentase capaian, ada sekitar 15 sekolah yang masih dalam proses perbaikan saat ini. Padahal, pertengahan Desember menjadi target penyelesaian sekaligus serah terima.

Dengan kata lain, waktu perbaikan tersisa kurang dari sebulan. ‘’Kami optimistis semua perbaikan yang ada dalam anggaran tahun ini dapat dilaksanakan 100 persen,’’ ungkap Cahyo.

Baca Juga :  Setahun, 80 Kasus Kecelakaan di Jalur Pendakian Lawu

Cahyo menjelaskan, perbaikan pada 52 SDN menggunakan anggaran sebanyak Rp 8,2 miliar. Perinciannya, Rp 3,8 miliar dana alokasi khusus (DAK), dan Rp 4,4 miliar APBD. Sementara untuk 24 SMPN, total senilai Rp 13,5 miliar. ‘’Untuk jenjang SMP, Rp 400 juta dari APBD. Selebihnya dari DAK,’’ ujarnya.

Cahyo mengatakan, sekolah yang diperbaiki tahun ini mayoritas mengalamai kerusakan di bagian atap. Pun, bangunan lapuk yang berbahaya saat kegiatan belajar mengajar. ‘’Sekolah- sekolah yang tahun ini rusak, rencana akan masuk perbaikan tahun depan,’’ pungkasnya. (mg1/den)

Most Read

Artikel Terbaru

/