27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Santunan Jaminan Kematian untuk Perangkat Desa

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Salah satunya jaminan kematian untuk melindungi masa depan keluarga. Seperti yang didapatkan para ahli waris Sudalno, Perangkat Desa Bibis, Kecamatan Sukomoro; Puguh Dwi Ananto, Perangkat Desa Joketro, Kecamatan Parang; dan Sumadi, Perangkat Desa Bibis, Kecamatan Sukomoro.

Kemarin (23/11), BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun menyerahkan santunan kepada ketiga ahli waris tersebut senilai total Rp 132,5 juta. ‘’Masa depan keluarga lebih terlindungi berkat BPJS Ketenagakerjaan,’’ tutur Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Magetan Eko Muryanto.

Eko mengapresiasi kepesertaan Sudalno, Puguh, serta Sumadi yang notabene merupakan perangkat desa. Saat ini baru sekitar 130 desa yang sudah bergabung dan terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. ‘’Semoga di tahun 2023, semakin banyak kepala desa dan perangkat desa yang bergabung,’’ ujarnya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madiun Zakiah mengatakan, jaminan kematian merupakan salah satu bentuk perlindungan peserta BPJS Ketenagarkerjaan. Kendati baru terdaftar sejak 2020, namun santunan tetap diberikan. ‘’Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan rutin membayar iuran, peserta berhak atas santunan,’’ jelas Zakiah.

Baca Juga :  Jual Migor Curah di Atas HET Bisa Disanksi Hukum

BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Program Jaminan Pensiun. ‘’Untuk perangkat desa yang ada di Magetan, minimal ikut program JKK, JKM, dan JHT, ‘’ ujarnya.

Juliartha Sinulingga, Kabid Kepesertaan BPJAMSOSTEK Madiun berharap pegawai non-ASN, termasuk perangkat desa, RT/RW, pekerja informal lain, serta pelaku UMKM bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ketika peserta terdaftar selama tiga tahun dan suatu ketika menghadapi risiko kematian, maka ahli waris juga akan mendapat beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi. ‘’Maksimal beasiswa untuk dua anak Rp 174 juta,’’ jelasnya. (ebo/naz/adv)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Salah satunya jaminan kematian untuk melindungi masa depan keluarga. Seperti yang didapatkan para ahli waris Sudalno, Perangkat Desa Bibis, Kecamatan Sukomoro; Puguh Dwi Ananto, Perangkat Desa Joketro, Kecamatan Parang; dan Sumadi, Perangkat Desa Bibis, Kecamatan Sukomoro.

Kemarin (23/11), BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun menyerahkan santunan kepada ketiga ahli waris tersebut senilai total Rp 132,5 juta. ‘’Masa depan keluarga lebih terlindungi berkat BPJS Ketenagakerjaan,’’ tutur Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Magetan Eko Muryanto.

Eko mengapresiasi kepesertaan Sudalno, Puguh, serta Sumadi yang notabene merupakan perangkat desa. Saat ini baru sekitar 130 desa yang sudah bergabung dan terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. ‘’Semoga di tahun 2023, semakin banyak kepala desa dan perangkat desa yang bergabung,’’ ujarnya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madiun Zakiah mengatakan, jaminan kematian merupakan salah satu bentuk perlindungan peserta BPJS Ketenagarkerjaan. Kendati baru terdaftar sejak 2020, namun santunan tetap diberikan. ‘’Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan rutin membayar iuran, peserta berhak atas santunan,’’ jelas Zakiah.

Baca Juga :  Seleksi CPPPK Guru 2022, Pemerintah Prioritaskan Tiga Kelompok Pelamar

BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Program Jaminan Pensiun. ‘’Untuk perangkat desa yang ada di Magetan, minimal ikut program JKK, JKM, dan JHT, ‘’ ujarnya.

Juliartha Sinulingga, Kabid Kepesertaan BPJAMSOSTEK Madiun berharap pegawai non-ASN, termasuk perangkat desa, RT/RW, pekerja informal lain, serta pelaku UMKM bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ketika peserta terdaftar selama tiga tahun dan suatu ketika menghadapi risiko kematian, maka ahli waris juga akan mendapat beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi. ‘’Maksimal beasiswa untuk dua anak Rp 174 juta,’’ jelasnya. (ebo/naz/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/