23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Vaksin Ditolak, Campak Meledak

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus campak di Magetan naik berpuluh lipat. Dinas kesehatan (dinkes) setempat mengklaim peningkatan disebabkan faktor kebersediaan vaksinasi orang tua. ‘’Pada 2022, total ada 63 kasus campak,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan Suwantiyo kemarin (24/1).

Puluhan kasus campak sepanjang tahun lalu itu meningkat drastis ketimbang tahun sebelumnya. Catatan dinkes, cuma terdapat tiga kasus campak pada 2021. Dengan kata lain, 20 kali lipat ledakan kasus yang terjadi. ‘’Kasus meningkat karena cakupan vaksinasi MR (measles and rubella) menurun pada 2021,’’ ungkap Suwantiyo.

Peningkatan kasus campak berkorelasi dengan pandemi Covid-19. Capaian vaksinasi MR tak setinggi saat sebelum pagebluk korona. Alhasil, banyak balita kena campak. ‘’Penurunan vaksinasi MR karena ada penolakan dari orang tua dan kelompok tertentu,’’ bebernya.

Baca Juga :  Seorang Kakek Ditemukan Tewas di Pasar Dieng, Gunung Lawu

Sekadar diketahui, campak merupakan penyakit saluran pernapasan sangat menular yang disebabkan oleh virus. Penularannya melalui droplet alias percikan pernapasan. Gejala awal berupa demam, batuk, pilek, mata merah dan berair. Pun, muncul ruam pada kulit serta bercak putih keabuan di pipi bagian dalam. ‘’Campak bisa menyebabkan komplikasi kesehatan yang seriusa pada balita. Bahkan, dapat memicu kematian,’’ pungkasnya. (mg1/den)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus campak di Magetan naik berpuluh lipat. Dinas kesehatan (dinkes) setempat mengklaim peningkatan disebabkan faktor kebersediaan vaksinasi orang tua. ‘’Pada 2022, total ada 63 kasus campak,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan Suwantiyo kemarin (24/1).

Puluhan kasus campak sepanjang tahun lalu itu meningkat drastis ketimbang tahun sebelumnya. Catatan dinkes, cuma terdapat tiga kasus campak pada 2021. Dengan kata lain, 20 kali lipat ledakan kasus yang terjadi. ‘’Kasus meningkat karena cakupan vaksinasi MR (measles and rubella) menurun pada 2021,’’ ungkap Suwantiyo.

Peningkatan kasus campak berkorelasi dengan pandemi Covid-19. Capaian vaksinasi MR tak setinggi saat sebelum pagebluk korona. Alhasil, banyak balita kena campak. ‘’Penurunan vaksinasi MR karena ada penolakan dari orang tua dan kelompok tertentu,’’ bebernya.

Baca Juga :  PBM Bisa Dikonsep ala Pasar Sukowati

Sekadar diketahui, campak merupakan penyakit saluran pernapasan sangat menular yang disebabkan oleh virus. Penularannya melalui droplet alias percikan pernapasan. Gejala awal berupa demam, batuk, pilek, mata merah dan berair. Pun, muncul ruam pada kulit serta bercak putih keabuan di pipi bagian dalam. ‘’Campak bisa menyebabkan komplikasi kesehatan yang seriusa pada balita. Bahkan, dapat memicu kematian,’’ pungkasnya. (mg1/den)

Most Read

Artikel Terbaru