27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Dishub Magetan Sebut Warga Kurang Antusias Bayar Parkir Pakai QR Code

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Perubahan dalam hal apa pun memang berat. Apalagi yang bersifat drastis. Seperti penerapan quick response (QR) code dalam pembayaran retribusi parkir di Magetan.

Sejak diuji coba awal tahun ini di Pasar Baru Magetan (PBM), belum banyak warga yang memanfaatkan sistem pembayaran nontunai tersebut. ‘’Sebenarnya QR code membuat penarikan retribusi parkir lebih efisien dan efektif,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Magetan Welly Kristanto, Minggu (25/9).

Besaran tarif yang harus dibayarkan melalui QR code maupun konvensional sama saja. Tarif retribusi parkir sepeda motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000. Welly juga memahami bahwa inovasi ini belum berjalan sesuai harapan. ‘’Mungkin banyak yang malas buka HP (handphone), jadi lebih memilih membayar tunai,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Saat Ramadan, Kadinkes Magetan: Insya Allah Aman

Padahal, lanjut Welly, pembayaran nontunai penting untuk menekan risiko kebocoran retribusi parkir. Sebab, uang yang dibayarkan masyarakat tak bisa lagi mampir ke saku para juru parkir (jukir). ‘’Sebenarnya banyak manfaatnya, tapi masyarakat belum siap,’’ sebutnya.

Lantaran animo masyarakat tak seperti yang diharapkan, dishub akhirnya tetap menerapkan parkir konvensional di kawasan PBM. Namun, para jukir diminta terus mengedukasi masyarakat bahwa mereka bisa membayar retribusi parkir secara cashless (tanpa uang tunai). ‘’Bebas saja, mau bayar pakai QR code atau tunai,’’ tutur Welly. (hyo/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Perubahan dalam hal apa pun memang berat. Apalagi yang bersifat drastis. Seperti penerapan quick response (QR) code dalam pembayaran retribusi parkir di Magetan.

Sejak diuji coba awal tahun ini di Pasar Baru Magetan (PBM), belum banyak warga yang memanfaatkan sistem pembayaran nontunai tersebut. ‘’Sebenarnya QR code membuat penarikan retribusi parkir lebih efisien dan efektif,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Magetan Welly Kristanto, Minggu (25/9).

Besaran tarif yang harus dibayarkan melalui QR code maupun konvensional sama saja. Tarif retribusi parkir sepeda motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000. Welly juga memahami bahwa inovasi ini belum berjalan sesuai harapan. ‘’Mungkin banyak yang malas buka HP (handphone), jadi lebih memilih membayar tunai,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Orang Tua Wajib Dampingi Anak, Antisipasi KIPI

Padahal, lanjut Welly, pembayaran nontunai penting untuk menekan risiko kebocoran retribusi parkir. Sebab, uang yang dibayarkan masyarakat tak bisa lagi mampir ke saku para juru parkir (jukir). ‘’Sebenarnya banyak manfaatnya, tapi masyarakat belum siap,’’ sebutnya.

Lantaran animo masyarakat tak seperti yang diharapkan, dishub akhirnya tetap menerapkan parkir konvensional di kawasan PBM. Namun, para jukir diminta terus mengedukasi masyarakat bahwa mereka bisa membayar retribusi parkir secara cashless (tanpa uang tunai). ‘’Bebas saja, mau bayar pakai QR code atau tunai,’’ tutur Welly. (hyo/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/