alexametrics
21.8 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Pemkab Magetan Persembahkan Kebun Bunga Refugia

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Hamparan bunga refugia di Plaosan sepertinya akan menjadi buruan wisatawan. Keindahan bunga yang sedang menguning itu tentu bakal menjadi daya tarik masyarakat untuk datang. Rencananya kebun bunga refugia tersebut akan di-launching oleh Bupati Magetan Suprawoto Sabtu besok (26/10).

Ada beberapa jenis bunga yang ditanam di kebun seluas 1,5 hektare tersebut. Seperti anggrek kertas dan jenis bunga kenikiran. Selain bunga, ada sejumlah tanaman hortikultura yang ditanam. Contohnya, tomat dan terong. ‘’Ini dalam rangka mendukung program Pak Bupati di bidang pariwisata,’’ kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Magetan Eddy Suseno Kamis  (24/10).

Eddy menambahkan, kebun bunga refugia nantinya bisa menjadi tempat wisata. Oleh karenanya, ditambah fasilitas penunjang oleh DTPHPKP. Seperti tiga sangkar burung besar dan gardu pandang yang bisa dijadikan objek swafoto dengan latar belakang Gunung Lawu. ‘’Ini baru tahap awal, ke depan akan kami tambah terus tanamannya,’’ terang Eddy.

Baca Juga :  Pascalebaran, Harga Bawang dan Cabai Tinggi

Masih ada lahan seluas satu hektare lain yang akan ditanami bunga dan pohon tinggi yang dapat berbunga. Serta menyediakan lahan parkir seluas satu hektare bagi pengunjung kebun bunga refugia dan Pasar Agrobis Plaosan. ‘’Retribusinya kan masuk ke kasda,’’ ujarnya.

Selain sebagai objek wisata, Eddy mengungkapkan bahwa kebun itu akan dijadikan pusat eco farming. Sebab, di sana akan tinggal beberapa serangga pengusir hama wereng. Seperti kumbang, kupu-kupu, dan tawon. Pihaknya juga menyediakan bibit bunga refugia untuk dijual ke pengunjung. ‘’Ini untuk mendidik petani. Saat ini mulai banyak petani yang menanam bunga kenikiran di pematang,’’ tuturnya.

Untuk sementara, warga bisa mengakses kebun bunga refugia tanpa dipungut retribusi. Warga hanya perlu membeli sayur untuk bisa masuk kebun sambil menunggu hasil revisi Perda 2/2012 ditetapkan. ‘’Tidak selesai sampai di sini, akan banyak fasilitas yang akan kami penuhi. Lima tahun lagi baru sempurna, tahun pertama ini masih wisata bunga,’’ pungkasnya. (bel/c1/her/adv)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Hamparan bunga refugia di Plaosan sepertinya akan menjadi buruan wisatawan. Keindahan bunga yang sedang menguning itu tentu bakal menjadi daya tarik masyarakat untuk datang. Rencananya kebun bunga refugia tersebut akan di-launching oleh Bupati Magetan Suprawoto Sabtu besok (26/10).

Ada beberapa jenis bunga yang ditanam di kebun seluas 1,5 hektare tersebut. Seperti anggrek kertas dan jenis bunga kenikiran. Selain bunga, ada sejumlah tanaman hortikultura yang ditanam. Contohnya, tomat dan terong. ‘’Ini dalam rangka mendukung program Pak Bupati di bidang pariwisata,’’ kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Magetan Eddy Suseno Kamis  (24/10).

Eddy menambahkan, kebun bunga refugia nantinya bisa menjadi tempat wisata. Oleh karenanya, ditambah fasilitas penunjang oleh DTPHPKP. Seperti tiga sangkar burung besar dan gardu pandang yang bisa dijadikan objek swafoto dengan latar belakang Gunung Lawu. ‘’Ini baru tahap awal, ke depan akan kami tambah terus tanamannya,’’ terang Eddy.

Baca Juga :  Pembebasan Lahan Ring Road Terganjal

Masih ada lahan seluas satu hektare lain yang akan ditanami bunga dan pohon tinggi yang dapat berbunga. Serta menyediakan lahan parkir seluas satu hektare bagi pengunjung kebun bunga refugia dan Pasar Agrobis Plaosan. ‘’Retribusinya kan masuk ke kasda,’’ ujarnya.

Selain sebagai objek wisata, Eddy mengungkapkan bahwa kebun itu akan dijadikan pusat eco farming. Sebab, di sana akan tinggal beberapa serangga pengusir hama wereng. Seperti kumbang, kupu-kupu, dan tawon. Pihaknya juga menyediakan bibit bunga refugia untuk dijual ke pengunjung. ‘’Ini untuk mendidik petani. Saat ini mulai banyak petani yang menanam bunga kenikiran di pematang,’’ tuturnya.

Untuk sementara, warga bisa mengakses kebun bunga refugia tanpa dipungut retribusi. Warga hanya perlu membeli sayur untuk bisa masuk kebun sambil menunggu hasil revisi Perda 2/2012 ditetapkan. ‘’Tidak selesai sampai di sini, akan banyak fasilitas yang akan kami penuhi. Lima tahun lagi baru sempurna, tahun pertama ini masih wisata bunga,’’ pungkasnya. (bel/c1/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/