alexametrics
23.5 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Material Perbaikan Bendungan Bringin Impor dari Jepang

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Karet Bendungan Bringin yang robek rupanya bukan sembarang karet. Bendungan di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, itu menggunakan karet khusus yang diimpor langsung dari Jepang.

Karena keistimewaan dinding penahan air tersebut, tak heran nilai perbaikan bendungan tembus Rp 10 miliar. ‘’Harus menggunakan kualitas terbaik,’’ kata Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Yuli Karyawan Iswahyudi, Sabtu (26/3).

Yuli menjelaskan, karet Bendungan Bringin usianya sudah 28 tahun. Selama puluhan tahun karet tersebut kuat menahan air serta material yang terseret arus. ‘’Karetnya diklaim tahan peluru,’’ sebutnya.

Selain untuk mengganti karet, biaya jumbo tersebut juga digunakan untuk memperbaiki sistem irigasi bendungan. Menurut Yuli, usia Bendungan Bringin memang sudah uzur. Selain karetnya sudah berusia puluhan tahun, sistem pengairannya juga kurang modern. ‘’Memang sudah waktunya diperbaiki,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  DLH Magetan Susun Langkah Kelola Sampah Rumah Tangga

Perbaikan Bendungan Bringin bakal ditangani Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. DPUPR sudah mengusulkan kepada BBWS. Namun, BBWS belum dapat memastikan kesiapan anggaran mereka. Lantaran butuh biaya hingga Rp 10 miliar, juga muncul opsi mengganti dinding penahan air menggunakan material lain.

‘’Kalau pakai beton biayanya bisa turun sampai Rp 5 miliar,’’ terang Yuli sembari menyebut pihaknya sudah membahas berbagai opsi tersebut bersama BBWS dan Pemprov Jatim. (tr3/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Karet Bendungan Bringin yang robek rupanya bukan sembarang karet. Bendungan di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, itu menggunakan karet khusus yang diimpor langsung dari Jepang.

Karena keistimewaan dinding penahan air tersebut, tak heran nilai perbaikan bendungan tembus Rp 10 miliar. ‘’Harus menggunakan kualitas terbaik,’’ kata Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Yuli Karyawan Iswahyudi, Sabtu (26/3).

Yuli menjelaskan, karet Bendungan Bringin usianya sudah 28 tahun. Selama puluhan tahun karet tersebut kuat menahan air serta material yang terseret arus. ‘’Karetnya diklaim tahan peluru,’’ sebutnya.

Selain untuk mengganti karet, biaya jumbo tersebut juga digunakan untuk memperbaiki sistem irigasi bendungan. Menurut Yuli, usia Bendungan Bringin memang sudah uzur. Selain karetnya sudah berusia puluhan tahun, sistem pengairannya juga kurang modern. ‘’Memang sudah waktunya diperbaiki,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Tas Mencurigakan Dikira Berisi Bom, Ealaaah Ternyata...

Perbaikan Bendungan Bringin bakal ditangani Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. DPUPR sudah mengusulkan kepada BBWS. Namun, BBWS belum dapat memastikan kesiapan anggaran mereka. Lantaran butuh biaya hingga Rp 10 miliar, juga muncul opsi mengganti dinding penahan air menggunakan material lain.

‘’Kalau pakai beton biayanya bisa turun sampai Rp 5 miliar,’’ terang Yuli sembari menyebut pihaknya sudah membahas berbagai opsi tersebut bersama BBWS dan Pemprov Jatim. (tr3/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/