alexametrics
24.8 C
Madiun
Monday, July 4, 2022

Thailook Perpaduan Genre dan Kreativitas Ide

THAILOOK selalu mewarnai setiap gelaran kontes modifikasi motor. Tampilan utamanya meriah. Menggunakan model ban kecil atau sering disebut ban cacing. Perpaduan keduanya membuat tampilan motor semakin keren.

Andy Sulistiawan, salah seorang pencinta Honda Modification Contest, merupakan modifikator dari Magetan menyebut saat ini Thailook memberi warna berbeda dalam dunia modifikasi motor. ‘’Thailook itu sebuah desain, perpaduan antara genre dengan kreativitas ide para modifikator,’’ kata pria 23 tahun ini.

Andy menambahkan penggunaan ban cacing sebenarnya tidak bisa untuk sehari-hari. Sebab, hanya sebagai variasi. Alasannya, kekuatan tumpuan utama antara roda dengan jeruji tidak begitu seimbang. ‘’Intinya hanya untuk mempercantik tampilan,’’ ujarnya.

Lulusan SMK jurusan otomotif ini menilai model atau tren modifikasi selama ini sudah sangat berkembang. Kreasi para pencinta kuda besi tersebut sudah bisa menyeimbangkan dengan dunia otomotif terbaru.

Baca Juga :  Pendapa Distrik Maospati Sering Kosong, Pegawai Kebudayaan Pilih Ngantor di Tripandita

Dia pun berharap para pencinta otomotif dan modifikator di Indonesia tidak berhenti mengembangkan genre Thailook. ‘’Ini sebuah karya teman-teman yang perlu diapresiasi. Cuma harus berevolusi, jangan hanya pakemnya berhenti di sana terus,’’ ucapnya. (mgc/sat)

THAILOOK selalu mewarnai setiap gelaran kontes modifikasi motor. Tampilan utamanya meriah. Menggunakan model ban kecil atau sering disebut ban cacing. Perpaduan keduanya membuat tampilan motor semakin keren.

Andy Sulistiawan, salah seorang pencinta Honda Modification Contest, merupakan modifikator dari Magetan menyebut saat ini Thailook memberi warna berbeda dalam dunia modifikasi motor. ‘’Thailook itu sebuah desain, perpaduan antara genre dengan kreativitas ide para modifikator,’’ kata pria 23 tahun ini.

Andy menambahkan penggunaan ban cacing sebenarnya tidak bisa untuk sehari-hari. Sebab, hanya sebagai variasi. Alasannya, kekuatan tumpuan utama antara roda dengan jeruji tidak begitu seimbang. ‘’Intinya hanya untuk mempercantik tampilan,’’ ujarnya.

Lulusan SMK jurusan otomotif ini menilai model atau tren modifikasi selama ini sudah sangat berkembang. Kreasi para pencinta kuda besi tersebut sudah bisa menyeimbangkan dengan dunia otomotif terbaru.

Baca Juga :  Selisih 16 Detik, Neta Proyeksi Perkuat Timnas Triatlon

Dia pun berharap para pencinta otomotif dan modifikator di Indonesia tidak berhenti mengembangkan genre Thailook. ‘’Ini sebuah karya teman-teman yang perlu diapresiasi. Cuma harus berevolusi, jangan hanya pakemnya berhenti di sana terus,’’ ucapnya. (mgc/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/