alexametrics
29.1 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Pemkab Magetan Bakal Inspeksi Bekas Tambang Sirtu Gulun

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bekas galian tambang yang menewaskan seorang bocah di Desa Gulun, Kecamatan Maospati, mendapat atensi pemkab setempat. Perlu ada pengecekan lapangan untuk mengetahui lebih jelas kondisi riil tambang pasir batu (sirtu) yang diduga tak aktif tersebut. ‘’Kami baru tahu ada tambang di sana,’’ kata Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Magetan Siti Nurlaila, Kamis (26/5).

Pihaknya pada Jumat (27/5) bakal mengajak dinas lingkungan hidup (DLH) untuk meninjau lokasi. Dia cukup terkejut mendapati kabar seorang bocah ditemukan tewas tenggelam di lokasi bekas galian tambang di Gulun. Pasalnya, Kades Gulun Sudiyanto tak menginformasikan kepada pemkab terkait insiden tersebut. ‘’Tidak dilaporkan kepada kami,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Booster Warga Magetan Pakai AZ, Pfizer, atau Moderna?

Terkait legalitas tambang, Siti belum dapat memastikan mengantongi izin atau tidak. Pasalnya, izin usaha tambang diurus pemerintah pusat. Pihaknya perlu berkoordinasi terlebih dahulu untuk memastikan apakah kegiatan penambangan tersebut legal atau sebaliknya.

Namun, terlepas legal tidaknya, ada kewajiban bagi pemilik tambang untuk mereklamasi jika kegiatan eksplorasi sudah selesai. ‘’Bila tidak ditutup berisiko menyebabkan kecelakaan dan kerusakan lingkungan,’’ ungkapnya.

Siti menukil UU 3/2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Dalam UU tersebut, pemegang izin usaha pertambangan yang tidak melakukan reklamasi pascatambang dapat dikenakan sanksi pidana. Ancamannya penjara maksimal lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar. ‘’Reklamasi itu kewajiban, kalau tidak dilakukan pasti dikenakan sanksi,’’ tegasnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bekas galian tambang yang menewaskan seorang bocah di Desa Gulun, Kecamatan Maospati, mendapat atensi pemkab setempat. Perlu ada pengecekan lapangan untuk mengetahui lebih jelas kondisi riil tambang pasir batu (sirtu) yang diduga tak aktif tersebut. ‘’Kami baru tahu ada tambang di sana,’’ kata Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Magetan Siti Nurlaila, Kamis (26/5).

Pihaknya pada Jumat (27/5) bakal mengajak dinas lingkungan hidup (DLH) untuk meninjau lokasi. Dia cukup terkejut mendapati kabar seorang bocah ditemukan tewas tenggelam di lokasi bekas galian tambang di Gulun. Pasalnya, Kades Gulun Sudiyanto tak menginformasikan kepada pemkab terkait insiden tersebut. ‘’Tidak dilaporkan kepada kami,’’ ujarnya.

Baca Juga :  GTT-PTT Geruduk Kantor DPRD Magetan, Sampaikan Tuntutan Ini

Terkait legalitas tambang, Siti belum dapat memastikan mengantongi izin atau tidak. Pasalnya, izin usaha tambang diurus pemerintah pusat. Pihaknya perlu berkoordinasi terlebih dahulu untuk memastikan apakah kegiatan penambangan tersebut legal atau sebaliknya.

Namun, terlepas legal tidaknya, ada kewajiban bagi pemilik tambang untuk mereklamasi jika kegiatan eksplorasi sudah selesai. ‘’Bila tidak ditutup berisiko menyebabkan kecelakaan dan kerusakan lingkungan,’’ ungkapnya.

Siti menukil UU 3/2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Dalam UU tersebut, pemegang izin usaha pertambangan yang tidak melakukan reklamasi pascatambang dapat dikenakan sanksi pidana. Ancamannya penjara maksimal lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar. ‘’Reklamasi itu kewajiban, kalau tidak dilakukan pasti dikenakan sanksi,’’ tegasnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/