27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Harus Teliti sebelum Membeli, Tak Sulit Kenali Ciri Rokok Ilegal

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Genderang perang melawan rokok ilegal terus ditabuh di kecamatan-kecamatan. Kamis (24/9) lalu, giliran warga Desa Belotan, Kecamatan Bendo, diajak ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Pemkab Magetan menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Madiun, kepolisian, dan kejaksaan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Sosialisasi ini dimeriahkan berbagai kegiatan dan hiburan. Mulai dari senam Profil Pancasila, senam Tobelo, hingga senam Wonderful Indonesia. Juga ada pertunjukan tari, panggung hiburan, dan bazar UMKM. ‘’Sengaja dikemas dengan bermacam event yang meriah untuk mempercepat pemulihan ekonomi warga,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto.

Kepala Satpol PP dan Damkar Magetan Rudy Harsono menjelaskan, sosialisasi pemberantasan rokok ilegal terus dimasifkan di desa dan kecamatan. Supaya warga dapat membedakan rokok legal dan ilegal. ‘’Masyarakat sebagai konsumen harus jeli,’’ kata Rudy.
Ciri rokok ilegal yang paling kentara adalah tidak adanya pita cukai resmi pada kemasan rokok. Selain itu, ada yang memakai pita cukai namun ternyata bekas. Bahkan, ada yang berpita cukai palsu. ‘’Kalau masyarakat menemukan rokok ilegal, segera laporkan kepada kami,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tutup Warem Malang, Amankan Enam PSK

Warga yang kedapatan sengaja mengedarkan rokok ilegal harus siap mendapat sanksi. Pelaku bisa dikenai hukuman minimal lima tahun penjara atau denda maksimal sepuluh kali nilai cukai yang harus dibayarkan. ‘’Rokok ilegal merugikan diri sendiri dan negara. Karena penerimaan dana cukai dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,’’ terang Rudy. (ebo/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Genderang perang melawan rokok ilegal terus ditabuh di kecamatan-kecamatan. Kamis (24/9) lalu, giliran warga Desa Belotan, Kecamatan Bendo, diajak ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Pemkab Magetan menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Madiun, kepolisian, dan kejaksaan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Sosialisasi ini dimeriahkan berbagai kegiatan dan hiburan. Mulai dari senam Profil Pancasila, senam Tobelo, hingga senam Wonderful Indonesia. Juga ada pertunjukan tari, panggung hiburan, dan bazar UMKM. ‘’Sengaja dikemas dengan bermacam event yang meriah untuk mempercepat pemulihan ekonomi warga,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto.

Kepala Satpol PP dan Damkar Magetan Rudy Harsono menjelaskan, sosialisasi pemberantasan rokok ilegal terus dimasifkan di desa dan kecamatan. Supaya warga dapat membedakan rokok legal dan ilegal. ‘’Masyarakat sebagai konsumen harus jeli,’’ kata Rudy.
Ciri rokok ilegal yang paling kentara adalah tidak adanya pita cukai resmi pada kemasan rokok. Selain itu, ada yang memakai pita cukai namun ternyata bekas. Bahkan, ada yang berpita cukai palsu. ‘’Kalau masyarakat menemukan rokok ilegal, segera laporkan kepada kami,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Program Wifi Gratis Kota Madiun Raih Penghargaan Top 45 KIPP 2022

Warga yang kedapatan sengaja mengedarkan rokok ilegal harus siap mendapat sanksi. Pelaku bisa dikenai hukuman minimal lima tahun penjara atau denda maksimal sepuluh kali nilai cukai yang harus dibayarkan. ‘’Rokok ilegal merugikan diri sendiri dan negara. Karena penerimaan dana cukai dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,’’ terang Rudy. (ebo/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/