27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Pegawai PNPM Karas Diduga Tilap Rp 1 Miliar Lebih

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Aroma rasuah terendus dari Sekretariat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kecamatan Karas. Salah seorang pegawai sekretariat diduga menilap duit negara lebih dari Rp 1 miliar. ‘’Angka pastinya tunggu audit, yang pasti kisaran miliaran,’’ kata Sulistyo Utomo, Kasi Pidsus Kejari Magetan.

Dugaan rasuah terendus Korps Adhyaksa setelah mendapat informasi masyarakat. Pun, sudah lama kantor sekretariat di Desa Kuwon, Karas, itu sepi dari aktivitas. Terhitung sudah dua pekan lebih kejari mengusut perkara ini. Rasuah yang diusut mencakup pengelolaan dana bergulir masyarakat (DBM) PNPM di Karas dari 2018 hingga 2020.

Hingga akhir pekan lalu, sekitar 90 saksi telah diperiksa. Termasuk pegawai unit pengelola kecamatan (UPK) dan kelompok masyarakat (pokmas) terkait. ‘’Dari keterangan para saksi, sudah ada indikasi dugaan tipikor,’’ terangnya.

Baca Juga :  Wali Kota Maidi Tak Akan Intervensi Kejaksaan Selidiki PD BPR Kota Madiun

Kejari berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit. Terpisah, Kasi Intel Kejari Magetan Antonius menambahkan, pihaknya telah mengantongi nama calon tersangka dugaan rasuah PNPM Karas. Sejumlah barang bukti telah diamankan. Korps Adhyaksa berjanji akan membuka nama tersangka. ‘’Tinggal menunggu hasil audit BPKP,’’ tuturnya. (hyo/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Aroma rasuah terendus dari Sekretariat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kecamatan Karas. Salah seorang pegawai sekretariat diduga menilap duit negara lebih dari Rp 1 miliar. ‘’Angka pastinya tunggu audit, yang pasti kisaran miliaran,’’ kata Sulistyo Utomo, Kasi Pidsus Kejari Magetan.

Dugaan rasuah terendus Korps Adhyaksa setelah mendapat informasi masyarakat. Pun, sudah lama kantor sekretariat di Desa Kuwon, Karas, itu sepi dari aktivitas. Terhitung sudah dua pekan lebih kejari mengusut perkara ini. Rasuah yang diusut mencakup pengelolaan dana bergulir masyarakat (DBM) PNPM di Karas dari 2018 hingga 2020.

Hingga akhir pekan lalu, sekitar 90 saksi telah diperiksa. Termasuk pegawai unit pengelola kecamatan (UPK) dan kelompok masyarakat (pokmas) terkait. ‘’Dari keterangan para saksi, sudah ada indikasi dugaan tipikor,’’ terangnya.

Baca Juga :  Korupsi Pengadaan Lahan SMPN 1 Mantingan, Eks Kadindik Ngawi Abimanyu Tersangka

Kejari berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit. Terpisah, Kasi Intel Kejari Magetan Antonius menambahkan, pihaknya telah mengantongi nama calon tersangka dugaan rasuah PNPM Karas. Sejumlah barang bukti telah diamankan. Korps Adhyaksa berjanji akan membuka nama tersangka. ‘’Tinggal menunggu hasil audit BPKP,’’ tuturnya. (hyo/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/