23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Ranking Dua di Madiun Raya, Skor IPM Magetan Tahun Ini Sentuh 74,85

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Mutu sumber daya manusia (SDM) di Magetan terus meningkat. Salah satu indikatornya yakni naiknya angka indeks pembangunan manusia (IPM) di Magetan.

Tahun ini, IPM Magetan berada di skor 74,85. Angka ini meningkat dari tahun lalu yang sebesar 74,15. ‘’IPM Magetan tahun ini nomor dua di Madiun Raya,’’ ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Magetan Imam Sudarmaji, Jumat (25/11).

IPM Magetan tahun ini masuk kategori sangat tinggi. Di wilayah Jawa Timur, IPM Magetan menduduki peringkat 12 dari total 38 kabupaten dan kota.

Imam menjelaskan, terdapat tiga dimensi pembentuk IPM. Antara lain kualitas kesehatan, pengetahuan, dan pengeluaran per kapita. Kenaikan IPM Magetan ditopang peningkatan di semua dimensi tersebut.

Dimensi pengetahuan direpresentasikan oleh harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS). Kedua indikator itu dinilai merefleksikan kemampuan masyarakat untuk mengakses pendidikan.

Baca Juga :  Jabatan Tersisa Sembilan Bulan, Kang Woto Kejar Sederet Target

HLS di Magetan berad di angka 14,05 tahun, atau setara jenjang diploma III. ‘’Sementara, RLS di Magetan (untuk penduduk berusia 25 tahun ke atas) berada di angka 8,66 tahun,’’ kata Imam.

Tahun ini, pengeluaran per kapita di Magetan tercatat naik dari Rp 11.833.000 pada 2021 menjadi Rp 12.031.000 di tahun 2022. Pengeluaran per kapita warga Magetan lebih tinggi dari rata-rata pengeluaran per kapita warga Jawa timur yang berada di angka Rp 11.992.000.

Dimensi umur panjang dan hidup sehat direpresentasikan oleh indikator umur harapan hidup (UHH). Secara sederhana, UHH merupakan rata-rata perkiraan lamanya waktu (dalam tahun) yang dapat dijalani seseorang selama hidupnya.

‘’Bayi yang lahir pada tahun 2022 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 72,97 tahun,’’ jelas Imam. ‘’Meningkatnya seluruh dimensi IPM menandakan pembangunan di Magetan semakin baik,’’ imbuhnya. (hyo/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Mutu sumber daya manusia (SDM) di Magetan terus meningkat. Salah satu indikatornya yakni naiknya angka indeks pembangunan manusia (IPM) di Magetan.

Tahun ini, IPM Magetan berada di skor 74,85. Angka ini meningkat dari tahun lalu yang sebesar 74,15. ‘’IPM Magetan tahun ini nomor dua di Madiun Raya,’’ ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Magetan Imam Sudarmaji, Jumat (25/11).

IPM Magetan tahun ini masuk kategori sangat tinggi. Di wilayah Jawa Timur, IPM Magetan menduduki peringkat 12 dari total 38 kabupaten dan kota.

Imam menjelaskan, terdapat tiga dimensi pembentuk IPM. Antara lain kualitas kesehatan, pengetahuan, dan pengeluaran per kapita. Kenaikan IPM Magetan ditopang peningkatan di semua dimensi tersebut.

Dimensi pengetahuan direpresentasikan oleh harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS). Kedua indikator itu dinilai merefleksikan kemampuan masyarakat untuk mengakses pendidikan.

Baca Juga :  PPPK-Honorer Belum Mampu Atasi Defisit Pegawai Kemenag Kota Madiun 

HLS di Magetan berad di angka 14,05 tahun, atau setara jenjang diploma III. ‘’Sementara, RLS di Magetan (untuk penduduk berusia 25 tahun ke atas) berada di angka 8,66 tahun,’’ kata Imam.

Tahun ini, pengeluaran per kapita di Magetan tercatat naik dari Rp 11.833.000 pada 2021 menjadi Rp 12.031.000 di tahun 2022. Pengeluaran per kapita warga Magetan lebih tinggi dari rata-rata pengeluaran per kapita warga Jawa timur yang berada di angka Rp 11.992.000.

Dimensi umur panjang dan hidup sehat direpresentasikan oleh indikator umur harapan hidup (UHH). Secara sederhana, UHH merupakan rata-rata perkiraan lamanya waktu (dalam tahun) yang dapat dijalani seseorang selama hidupnya.

‘’Bayi yang lahir pada tahun 2022 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 72,97 tahun,’’ jelas Imam. ‘’Meningkatnya seluruh dimensi IPM menandakan pembangunan di Magetan semakin baik,’’ imbuhnya. (hyo/naz)

Most Read

Artikel Terbaru