alexametrics
24.9 C
Madiun
Tuesday, July 5, 2022

Mobil Dinas Hanya Boleh Dipakai Operasional, Bukan untuk Mudik

MAGETAN – Penggunaan mobil dinas (mobdin) saat Lebaran dibatasi oleh Bupati Magetan, Suprawoto. Dia hanya memberikan kelonggaran pemakaian mobdin operasional untuk sebagian organisasi perangkat daerah (OPD). Seperti dishub, dinkes, BPBD, dan DPUPR. ‘’Mereka yang bertugas bersinggungan dengan Lebaran, tetap diperbolehkan menggunakan mobdin,’’ kata Kabas Humas dan Protokoler Setdakab Magetan Wahyu Saptawati Minggu (26/5).

Diakuinya, penggunaan mobdin itu hanya bersifat operasional. Bukan justru dipakai untuk mudik. Di sisi lain, peran sejumlah OPD itu terbilang vital selama arus mudik dan balik Lebaran. Dishub misalnya. Mereka harus standby 24 jam menata arus lalu lintas. Dengan harapan, agar tidak terjadi kemacetan panjang di titik tertentu. ‘’Nah, untuk wira-wiri itu kan menggunakan mobdin,’’ jelas Wahyu.

Baca Juga :  Imunisasi Pelajar di Magetan Berjalan Lambat

Seperti diketahui, Bupati Suprawoto telah menerbitkan surat edaran (SE) pelarangan penggunaan mobdin selama Lebaran. Melalui SE nomor 700/1073/403.060/2019 tentang Imbauan Pencegahan Gratifikasi terkait Hari Raya Keagamaan, pelarangan penggunaan fasilitas dinas hanya untuk kepentingan pribadi. Seperti mudik. Karena sejatinya mobdin tersebut untuk menunjang kegiatan kedinasan. ‘’Kalau digunakan untuk mudik, jelas tidak boleh,’’ ujarnya.

Wahyu berharap mobdin terparkir di garasi rumah pemakainya. Serta dilarang untuk dipakai berlibur Lebaran. ‘’Dikandangkan di rumah saja,’’ harapnya. Yang jelas, dia menambahkan akan ada sanksi bagi yang melanggar SE tersebut. Sanksi itu disesuaikan dengan yang ada dalam PP 53/2010 tentang disiplin pegawai. ‘’Sanksi tetap ada. Karena ini aturan,’’ imbuhnya. (bel/her)

MAGETAN – Penggunaan mobil dinas (mobdin) saat Lebaran dibatasi oleh Bupati Magetan, Suprawoto. Dia hanya memberikan kelonggaran pemakaian mobdin operasional untuk sebagian organisasi perangkat daerah (OPD). Seperti dishub, dinkes, BPBD, dan DPUPR. ‘’Mereka yang bertugas bersinggungan dengan Lebaran, tetap diperbolehkan menggunakan mobdin,’’ kata Kabas Humas dan Protokoler Setdakab Magetan Wahyu Saptawati Minggu (26/5).

Diakuinya, penggunaan mobdin itu hanya bersifat operasional. Bukan justru dipakai untuk mudik. Di sisi lain, peran sejumlah OPD itu terbilang vital selama arus mudik dan balik Lebaran. Dishub misalnya. Mereka harus standby 24 jam menata arus lalu lintas. Dengan harapan, agar tidak terjadi kemacetan panjang di titik tertentu. ‘’Nah, untuk wira-wiri itu kan menggunakan mobdin,’’ jelas Wahyu.

Baca Juga :  Satpol-Bawaslu Copot Paksa Ratusan APK

Seperti diketahui, Bupati Suprawoto telah menerbitkan surat edaran (SE) pelarangan penggunaan mobdin selama Lebaran. Melalui SE nomor 700/1073/403.060/2019 tentang Imbauan Pencegahan Gratifikasi terkait Hari Raya Keagamaan, pelarangan penggunaan fasilitas dinas hanya untuk kepentingan pribadi. Seperti mudik. Karena sejatinya mobdin tersebut untuk menunjang kegiatan kedinasan. ‘’Kalau digunakan untuk mudik, jelas tidak boleh,’’ ujarnya.

Wahyu berharap mobdin terparkir di garasi rumah pemakainya. Serta dilarang untuk dipakai berlibur Lebaran. ‘’Dikandangkan di rumah saja,’’ harapnya. Yang jelas, dia menambahkan akan ada sanksi bagi yang melanggar SE tersebut. Sanksi itu disesuaikan dengan yang ada dalam PP 53/2010 tentang disiplin pegawai. ‘’Sanksi tetap ada. Karena ini aturan,’’ imbuhnya. (bel/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/