alexametrics
24.4 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Kisah Sumiati, Pedagang Bakso Bakar yang Berangkat ke Tanah Suci

Usaha memang tidak akan membohongi hasil yang didapat. Sumiati membuktikan hal itu. Niatnya untuk berangkat haji kini terwujud berkat kerja keras yang dia lakukan selama lebih dari 10 tahun.

———-

S RESKA PRADINA, Magetan

SUMIATI seolah tidak mampu menutupi perasaannya yang semringah saat berbincang dengan para konsumen yang mampir di tempatnya berjualan bakso bakar. Perempuan 50 tahun itu terlihat bersemangat melayani para pembelinya tersebut sambil berulangkali mendapatkan ucapan selamat karena pada tahun ini bakal berangkat haji.

Dia mengaku ongkos naik haji (ONH) itu diperoleh dari hasil jualan bakso bakar. Sumiati merasa beruntung. Karena sebagian hasil pendapatan dari jualan bakso bakarnya itu mampu memberangkatkannya ke Tanah Suci. ‘’Awalnya saya berasal dari keluarga yang tidak mampu,’’ katanya.

Sejak empat tahun lalu, Sumiati ditinggal suaminya. Semenjak itu, dirinya berjuang sendiri. Termasuk menjadi tulang punggung keluarga. Namun, semua itu coba dijalaninya denegan legawa. ‘’Yang pasti harus bisa bangkit walaupun sebagai seorang perempuan dan tulang punggung keluarga,’’ ujar warga Jalan Sukowati,  Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan itu.

Baca Juga :  Hina Panglima TNI di Medsos, Pria Glodok Diciduk Polisi

Meski demikian, tidak semua usaha yang dijalaninya itu berjalan mulus. Banyak kendala yang dihadapinya. Seperti harus merugi karena dagangannya tidak laku. Tetapi, Sumiati tetap berusaha keras. Beberapa jenis pemasaran dilakoninya. Hingga, membuat nama dagangannya sekarang melambung. ‘’Dulu setiap habis berjualan saya sisihkan Rp 10 ribu, hingga akhirnya saya bisa mendaftar haji,’’ tuturnya.

Saat ini dirinya sudah mempunyai 10 karyawan yang membantu usaha bakso bakar miliknya. Sementara, sisa waktunya dipakai oleh Sumiati untuk membesarkan dan mendidik anaknya. ***(her)

Usaha memang tidak akan membohongi hasil yang didapat. Sumiati membuktikan hal itu. Niatnya untuk berangkat haji kini terwujud berkat kerja keras yang dia lakukan selama lebih dari 10 tahun.

———-

S RESKA PRADINA, Magetan

SUMIATI seolah tidak mampu menutupi perasaannya yang semringah saat berbincang dengan para konsumen yang mampir di tempatnya berjualan bakso bakar. Perempuan 50 tahun itu terlihat bersemangat melayani para pembelinya tersebut sambil berulangkali mendapatkan ucapan selamat karena pada tahun ini bakal berangkat haji.

Dia mengaku ongkos naik haji (ONH) itu diperoleh dari hasil jualan bakso bakar. Sumiati merasa beruntung. Karena sebagian hasil pendapatan dari jualan bakso bakarnya itu mampu memberangkatkannya ke Tanah Suci. ‘’Awalnya saya berasal dari keluarga yang tidak mampu,’’ katanya.

Sejak empat tahun lalu, Sumiati ditinggal suaminya. Semenjak itu, dirinya berjuang sendiri. Termasuk menjadi tulang punggung keluarga. Namun, semua itu coba dijalaninya denegan legawa. ‘’Yang pasti harus bisa bangkit walaupun sebagai seorang perempuan dan tulang punggung keluarga,’’ ujar warga Jalan Sukowati,  Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan itu.

Baca Juga :  Tiga Partai Rebutan Kursi Pimpinan

Meski demikian, tidak semua usaha yang dijalaninya itu berjalan mulus. Banyak kendala yang dihadapinya. Seperti harus merugi karena dagangannya tidak laku. Tetapi, Sumiati tetap berusaha keras. Beberapa jenis pemasaran dilakoninya. Hingga, membuat nama dagangannya sekarang melambung. ‘’Dulu setiap habis berjualan saya sisihkan Rp 10 ribu, hingga akhirnya saya bisa mendaftar haji,’’ tuturnya.

Saat ini dirinya sudah mempunyai 10 karyawan yang membantu usaha bakso bakar miliknya. Sementara, sisa waktunya dipakai oleh Sumiati untuk membesarkan dan mendidik anaknya. ***(her)

Most Read

Artikel Terbaru

/