27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Dugaan Rasuah PNPM Mandiri di Karas Magetan, Tersangka Bisa Lebih dari Satu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus dugaan rasuah pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Kecamatan Karas bak bola liar. Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan menyebut bahwa dugaan korupsi ini bisa menjerat lebih dari satu oknum. ‘’Potensi suspek ada beberapa,’’ kata Kasi Intel Kejari Magetan Antonius, Selasa (27/9).

Program yang diduga bermasalah yakni dana simpan pinjam perempuan (SPP) yang dikelola PNPM Karas. Korps Adhyaksa telah memeriksa 90 saksi mencakup unit pengelola kegiatan (UPK), kelompok masyarakat (pokmas), badan kerja sama antardesa (BKA), dan badan pengawas (BP).

Kejari melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selama dua pekan menyelidiki dugaan rasuah ini. Tim BPKP mendapati bahwa proses pengajuan, verifikasi, hingga pembayaran kembali dana SPP cacat prosedur. Akibatnya, terjadi tunggakan hingga lebih dari Rp 1 miliar. ‘’Kerugian itu dari pengembalian dana pokok pinjaman yang macet,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Rasuah PD BPR Kota Madiun Naik Penyidikan

Kepada kejari, BPKP menjanjikan akan menyampaikan hasil audit mereka pada Rabu (5/10). Bila sah cacat hukum, kejari bakal langsung mencokok para oknum yang diduga main patgulipat. ‘’Kami tidak menduga-duga, tapi kemungkinan lebih dari satu (tersangka),’’ ungkap Antonius.

Aroma rasuah dari pelaksanaan PNPM di Karas sampai juga ke telinga wakil rakyat. Sekretaris Komisi A DPRD Magetan Jamaludin Malik mendukung kejari untuk mengusut tuntas dugaan praktik patgulipat ini. Aktor yang terlibat harus ditindak tegas lantaran telah merugikan warga dan negara. ‘’Jebloskan ke penjara,’’ tegasnya. (hyo/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus dugaan rasuah pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Kecamatan Karas bak bola liar. Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan menyebut bahwa dugaan korupsi ini bisa menjerat lebih dari satu oknum. ‘’Potensi suspek ada beberapa,’’ kata Kasi Intel Kejari Magetan Antonius, Selasa (27/9).

Program yang diduga bermasalah yakni dana simpan pinjam perempuan (SPP) yang dikelola PNPM Karas. Korps Adhyaksa telah memeriksa 90 saksi mencakup unit pengelola kegiatan (UPK), kelompok masyarakat (pokmas), badan kerja sama antardesa (BKA), dan badan pengawas (BP).

Kejari melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selama dua pekan menyelidiki dugaan rasuah ini. Tim BPKP mendapati bahwa proses pengajuan, verifikasi, hingga pembayaran kembali dana SPP cacat prosedur. Akibatnya, terjadi tunggakan hingga lebih dari Rp 1 miliar. ‘’Kerugian itu dari pengembalian dana pokok pinjaman yang macet,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Cuaca Buruk Ancam Produksi Tembakau

Kepada kejari, BPKP menjanjikan akan menyampaikan hasil audit mereka pada Rabu (5/10). Bila sah cacat hukum, kejari bakal langsung mencokok para oknum yang diduga main patgulipat. ‘’Kami tidak menduga-duga, tapi kemungkinan lebih dari satu (tersangka),’’ ungkap Antonius.

Aroma rasuah dari pelaksanaan PNPM di Karas sampai juga ke telinga wakil rakyat. Sekretaris Komisi A DPRD Magetan Jamaludin Malik mendukung kejari untuk mengusut tuntas dugaan praktik patgulipat ini. Aktor yang terlibat harus ditindak tegas lantaran telah merugikan warga dan negara. ‘’Jebloskan ke penjara,’’ tegasnya. (hyo/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/