alexametrics
26.3 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

13 Kasus Curat Masih Jadi PR Polres Magetan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) marak terjadi di Magetan. Dari 148 kasus kriminal sepanjang tahun ini, 35 di antaranya aksi curat. Bahkan, 13 kasus hingga kini masih jadi pekerjaan rumah (PR) polisi. ‘’Dari hasil penyidikan, sebagian besar pelaku mengaku terdorong melakukan aksi curat karena faktor ekonomi,’’ kata Kasatreskrim Polres Magetan AKP Rudy Hidajanto, Jumat (27/8).

Polisi terus mempelajari karakteristik aksi curat yang terjadi di Magetan. Sepanjang tahun ini, mayoritas aksi curat rupanya menyasar kawasan permukiman di tepi jalan besar. Barang yang sering dicuri mulai dari gawai, tabung gas elpiji, hingga barang-barang lain yang nilainya di bawah Rp 2,5 juta. ‘’Beberapa kali aksi curat turut menyasar kotak amal masjid,’’ bebernya.

Baca Juga :  Kasus Baru Covid-19 Meledak di Magetan, Tambakmas dan Purwosari Jadi Klaster

Menurut perwira yang baru menjabat sebagai Kasatreskrim di Magetan itu, para pelaku curat tak mungkin bertindak nekat jika tanpa faktor pendorong. Masalah ekonomi yang timbul akibat pandemi ditengarai menjadi biang. ‘’Ternyata mayoritas dilatari masalah ekonomi. Dan, uang hasil pencurian itu tidak ada yang digunakan untuk tindak pidana lain,’’ jelas Rudy. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) marak terjadi di Magetan. Dari 148 kasus kriminal sepanjang tahun ini, 35 di antaranya aksi curat. Bahkan, 13 kasus hingga kini masih jadi pekerjaan rumah (PR) polisi. ‘’Dari hasil penyidikan, sebagian besar pelaku mengaku terdorong melakukan aksi curat karena faktor ekonomi,’’ kata Kasatreskrim Polres Magetan AKP Rudy Hidajanto, Jumat (27/8).

Polisi terus mempelajari karakteristik aksi curat yang terjadi di Magetan. Sepanjang tahun ini, mayoritas aksi curat rupanya menyasar kawasan permukiman di tepi jalan besar. Barang yang sering dicuri mulai dari gawai, tabung gas elpiji, hingga barang-barang lain yang nilainya di bawah Rp 2,5 juta. ‘’Beberapa kali aksi curat turut menyasar kotak amal masjid,’’ bebernya.

Baca Juga :  Persemag Magetan Butuh Tambahan Pemain Lagi

Menurut perwira yang baru menjabat sebagai Kasatreskrim di Magetan itu, para pelaku curat tak mungkin bertindak nekat jika tanpa faktor pendorong. Masalah ekonomi yang timbul akibat pandemi ditengarai menjadi biang. ‘’Ternyata mayoritas dilatari masalah ekonomi. Dan, uang hasil pencurian itu tidak ada yang digunakan untuk tindak pidana lain,’’ jelas Rudy. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/