27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Kesurupan Massal di SMKN 1 Magetan, Psikolog Sebut Gangguan Emosi yang Menular

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Keheningan siswa dan guru SMKN 1 Magetan saat menggelar doa bersama kemarin (27/9) seketika berubah gempar. Seorang siswi mendadak menangis kencang tanpa sebab. Tak lama kemudian, siswi-siswi lain ikut menangis histeris. Dalam hitungan jam, fenomena kesurupan massal itu menjangkiti 50 lebih pelajar. ‘’Kami sempat kewalahan,’’ kata Kepala SMKN 1 Magetan Sugiyarto.

Menurut Sugiyarto, fenomena itu berawal dari kegiatan ekstrakurikuler ketarunaan kelas X pada Jumat (23/9) lalu. Saat itu, seluruh peserta menginap. Tanpa diduga, ada tujuh siswi yang menangis histeris. Fenomena berlanjut saat upacara bendera Senin (26/9). ‘’Tiba-tiba banyak yang langsung berteriak atau menangis,’’ bebernya.

Rentetan peristiwa aneh itu mendorong pihak sekolah untuk menggelar doa bersama. Mulai pukul 07.00 kemarin, sekitar 1.700 orang meliputi seluruh pelajar dan guru dikumpulkan untuk memanjatkan doa agar sekolah kembali kondusif. Ternyata, fenomena serupa kembali terjadi di tengah prosesi.

Baca Juga :  Pria Bertato Tewas Mengapung di Kali Madiun

Puluhan siswi yang mendadak histeris tersebut dievakuasi dengan tenaga seadanya. Mereka diberi pertolongan pertama dan coba ditenangkan. Seluruh siswa lantas diminta pulang ke rumah. Guru tetap di sekolah untuk meredakan situasi. ‘’Baru kali ini terjadi secara massal,’’ ungkap Sugiyarto.

Robik Anwar Dani, psikolog di Ngawi Clinical Psychology Center, menjelaskan bahwa kesurupan massal di SMKN 1 Magetan mulanya dipicu gangguan emosi pada seorang siswi. Kemudian, menular dengan cepat ke siswi di sekitar karena kondisi mental remaja yang relatif belum stabil. ‘’Remaja mudah tersugesti dengan kondisi eksternal.

Kecenderungannya, perubahan emosi pada satu orang bisa berdampak pada orang lain di sekitarnya,’’ jelas perempuan yang juga akademisi di Universitas Katolik Widya Mandala itu. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Keheningan siswa dan guru SMKN 1 Magetan saat menggelar doa bersama kemarin (27/9) seketika berubah gempar. Seorang siswi mendadak menangis kencang tanpa sebab. Tak lama kemudian, siswi-siswi lain ikut menangis histeris. Dalam hitungan jam, fenomena kesurupan massal itu menjangkiti 50 lebih pelajar. ‘’Kami sempat kewalahan,’’ kata Kepala SMKN 1 Magetan Sugiyarto.

Menurut Sugiyarto, fenomena itu berawal dari kegiatan ekstrakurikuler ketarunaan kelas X pada Jumat (23/9) lalu. Saat itu, seluruh peserta menginap. Tanpa diduga, ada tujuh siswi yang menangis histeris. Fenomena berlanjut saat upacara bendera Senin (26/9). ‘’Tiba-tiba banyak yang langsung berteriak atau menangis,’’ bebernya.

Rentetan peristiwa aneh itu mendorong pihak sekolah untuk menggelar doa bersama. Mulai pukul 07.00 kemarin, sekitar 1.700 orang meliputi seluruh pelajar dan guru dikumpulkan untuk memanjatkan doa agar sekolah kembali kondusif. Ternyata, fenomena serupa kembali terjadi di tengah prosesi.

Baca Juga :  Ditinggal Salat, Rumah Warga Ngawi Ludes Terbakar

Puluhan siswi yang mendadak histeris tersebut dievakuasi dengan tenaga seadanya. Mereka diberi pertolongan pertama dan coba ditenangkan. Seluruh siswa lantas diminta pulang ke rumah. Guru tetap di sekolah untuk meredakan situasi. ‘’Baru kali ini terjadi secara massal,’’ ungkap Sugiyarto.

Robik Anwar Dani, psikolog di Ngawi Clinical Psychology Center, menjelaskan bahwa kesurupan massal di SMKN 1 Magetan mulanya dipicu gangguan emosi pada seorang siswi. Kemudian, menular dengan cepat ke siswi di sekitar karena kondisi mental remaja yang relatif belum stabil. ‘’Remaja mudah tersugesti dengan kondisi eksternal.

Kecenderungannya, perubahan emosi pada satu orang bisa berdampak pada orang lain di sekitarnya,’’ jelas perempuan yang juga akademisi di Universitas Katolik Widya Mandala itu. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/