27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Minus Rp 3,4 Miliar, Hasil Audit Pengawas Terhadap Aset PNPM Mandiri Karas

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tanda tanya besar mengemuka di benak anggota Badan Pengawas (BP) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Kecamatan Karas. Laporan neraca keuangan yang mereka terima dari sekretariat PNPM menunjukkan tak ada masalah. Namun, isi rekening PNPM berkata sebaliknya. ‘’Laporannya baik. Tapi, begitu rekening dicek, uangnya tidak ada,’’ kata Ketua BP PNPM Mandiri Karas Suwardi, Rabu (28/9).

Laporan yang penuh tanda tanya itu diterima Suwardi setahun lalu. Sejak saat itu, kejanggalan mulai terkuak. Pengembalian simpan pinjam perempuan (SPP) ternyata macet. Duit dari program peminjaman lain juga tak jelas rimbanya.

Hasil audit BP dan unit pengelola kegiatan (UPK) mendapati bahwa nilai aset PNPM Mandiri Karas minus Rp 3,4 miliar. Padahal, pada 2020, nilai dari keseluruhan aset mencapai Rp 5 miliar. Setelah diinventarisasi tinggal Rp 1,6 miliar. ‘’Uang sebanyak itu tidak dapat dibuktikan keberadaannya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pengusutan Dugaan Korupsi PNPM Karas Molor, BPKP Janji Audit Klir dalam 2 Pekan

Suwardi berharap oknum yang menilap duit miliaran itu segera terungkap dan ditindak secara tegas. ‘’Saya sudah diperiksa kejaksaan empat kali. Semoga kasus ini segera jelas untuk menjaga nama baik orang-orang yang tidak terlibat,’’ tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan Eko Muryanto menduga celah rasuah di PNPM Mandiri Karas muncul karena lembaga tersebut dalam proses peralihan menjadi badan usaha milik bersama (bumdesma).

Sesuai PP 11/2021, seluruh unit PNPM diharuskan bertransformasi menjadi bumdesma supaya dana bergulir masyarakat (DBM) yang mereka kelola lebih bermanfaat. ‘’Karena proses peralihan, mungkin di situ muncul celah,’’ ungkapnya. (hyo/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tanda tanya besar mengemuka di benak anggota Badan Pengawas (BP) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Kecamatan Karas. Laporan neraca keuangan yang mereka terima dari sekretariat PNPM menunjukkan tak ada masalah. Namun, isi rekening PNPM berkata sebaliknya. ‘’Laporannya baik. Tapi, begitu rekening dicek, uangnya tidak ada,’’ kata Ketua BP PNPM Mandiri Karas Suwardi, Rabu (28/9).

Laporan yang penuh tanda tanya itu diterima Suwardi setahun lalu. Sejak saat itu, kejanggalan mulai terkuak. Pengembalian simpan pinjam perempuan (SPP) ternyata macet. Duit dari program peminjaman lain juga tak jelas rimbanya.

Hasil audit BP dan unit pengelola kegiatan (UPK) mendapati bahwa nilai aset PNPM Mandiri Karas minus Rp 3,4 miliar. Padahal, pada 2020, nilai dari keseluruhan aset mencapai Rp 5 miliar. Setelah diinventarisasi tinggal Rp 1,6 miliar. ‘’Uang sebanyak itu tidak dapat dibuktikan keberadaannya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  775 Pekerja Migran Asal Magetan Pulang Kampung

Suwardi berharap oknum yang menilap duit miliaran itu segera terungkap dan ditindak secara tegas. ‘’Saya sudah diperiksa kejaksaan empat kali. Semoga kasus ini segera jelas untuk menjaga nama baik orang-orang yang tidak terlibat,’’ tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan Eko Muryanto menduga celah rasuah di PNPM Mandiri Karas muncul karena lembaga tersebut dalam proses peralihan menjadi badan usaha milik bersama (bumdesma).

Sesuai PP 11/2021, seluruh unit PNPM diharuskan bertransformasi menjadi bumdesma supaya dana bergulir masyarakat (DBM) yang mereka kelola lebih bermanfaat. ‘’Karena proses peralihan, mungkin di situ muncul celah,’’ ungkapnya. (hyo/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/