alexametrics
24.2 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Pompa Air Alun-Alun Magetan Tak Sesuai Spesifikasi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dua hari menakhodai Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan, Elmy Kurniarto menemukan masalah. Sebuah pompa air peninggalan dinas lingkungan hidup (DLH) diduga tidak sesuai spesifikasi untuk penyiraman alun-alun. Lokasinya di timur pohon beringin. ‘’Harus jeli memilih spek barang,’’ kata Elmy Selasa (28/1).

Sejatinya, kondisi pompa masih bagus. Namun, speknya dinilai tidak mampu menyedot air dari kedalaman 10 meter. Kemampuan semprotannya tidak sesuai kapasitas. Kendati demikian, water tank itu tetap akan dimanfaatkan. Fasilitas itu tidak akan ditiadakan. ‘’Tetap akan kami optimalkan sebagai fungsi penyiraman,’’ ujarnya.

Elmy menambahkan, suplai air juga tidak optimal. Alhasil, tandon air hanya bisa untuk menyiram tanaman di sekitarnya. Sedangkan untuk menyiram kawasan alun-alun sisi selatan harus menggunakan mobil tangki. Itu pun, menurut Elmy, tetap efektif. ‘’Suplai air kurang optimal, kami akan cari sumbernya,’’ tuturnya.

Baca Juga :  PDAM Lawu Tirta Kejar Target Pasang Sambungan Air Bersih

Pihaknya bakal merevitalisasi air buangan dari Masjid Agung Baitussalam. Air wudu ternyata tidak mengalir hingga tandon tersebut. Air buangan itu dinilai sangat membantu menambah suplai. Mengingat, Disperkim Magetan sudah menanam banyak jenis tanaman hias yang butuh air setiap hari.

Selama ini, sumber air yang digunakan dari saluran irigasi di Jalan Thamrin. Namun, karena jalan tersebut longsor, saluran air pun ditutup. Disperkim berencana mengalihkan aliran tersebut dengan cara menyudet saluran dari Jalan Kemasan. ‘’Banyak yang harus kami benahi di alun-alun ini,’’ sebutnya. (bel/c1/sat)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dua hari menakhodai Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan, Elmy Kurniarto menemukan masalah. Sebuah pompa air peninggalan dinas lingkungan hidup (DLH) diduga tidak sesuai spesifikasi untuk penyiraman alun-alun. Lokasinya di timur pohon beringin. ‘’Harus jeli memilih spek barang,’’ kata Elmy Selasa (28/1).

Sejatinya, kondisi pompa masih bagus. Namun, speknya dinilai tidak mampu menyedot air dari kedalaman 10 meter. Kemampuan semprotannya tidak sesuai kapasitas. Kendati demikian, water tank itu tetap akan dimanfaatkan. Fasilitas itu tidak akan ditiadakan. ‘’Tetap akan kami optimalkan sebagai fungsi penyiraman,’’ ujarnya.

Elmy menambahkan, suplai air juga tidak optimal. Alhasil, tandon air hanya bisa untuk menyiram tanaman di sekitarnya. Sedangkan untuk menyiram kawasan alun-alun sisi selatan harus menggunakan mobil tangki. Itu pun, menurut Elmy, tetap efektif. ‘’Suplai air kurang optimal, kami akan cari sumbernya,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Dari Futsal Zulita Bergabung Timnas Hoki Ruangan

Pihaknya bakal merevitalisasi air buangan dari Masjid Agung Baitussalam. Air wudu ternyata tidak mengalir hingga tandon tersebut. Air buangan itu dinilai sangat membantu menambah suplai. Mengingat, Disperkim Magetan sudah menanam banyak jenis tanaman hias yang butuh air setiap hari.

Selama ini, sumber air yang digunakan dari saluran irigasi di Jalan Thamrin. Namun, karena jalan tersebut longsor, saluran air pun ditutup. Disperkim berencana mengalihkan aliran tersebut dengan cara menyudet saluran dari Jalan Kemasan. ‘’Banyak yang harus kami benahi di alun-alun ini,’’ sebutnya. (bel/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/