alexametrics
25.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Krisis Persediaan Darah Berkepanjangan, Pendonor Takut Tertular Korona

MAGETANJawa Pos Radar Magetan – Persediaan darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Magetan kritis. Hingga Kamis (28/5) stok masing-masing golongan darah kurang dari 30 kantong. Pandemi Covid-19 membuat para pendonor terus berkurang. ‘’Banyak yang membatalkan,’’ kata Sekretaris PMI Magetan Sunarti.

Sunarti memerinci, golongan darah B tersisa 27 kantong; golongan darah A (16), golongan darah O (11), dan golongan darah AB (10). Kondisi sangat buruk sempat terjadi pekan lalu. Golongan darah A, O, dan AB tinggal tujuh dan tiga kantong. ‘’Pengurangan pendonor semakin banyak karena menjelang Lebaran,’’ ujarnya.

Rata-rata ada 10 pendonor setiap harinya. Di masa pandemi, tinggal tiga orang. UDD PMI sempat melakukan jemput bola di beberapa desa. Namun, peminatnya sedikit karena warga khawatir penularan korona. Bila tidak ada perubahan, krisis stok darah bisa berkepanjangan. ‘’Padahal kami sudah menerapkan sistem pengambilan darah sesuai protokol Covid-19,’’ katanya seraya meminta warga tidak khawatir berlebihan. 

Baca Juga :  Bedak Baru Belum Bisa Ditempati

UDD PMI mengimbau para guru dan aparatur sipil negara (ASN) kembali tertib berdonor sesuai jadwalnya. Sumbangan darah mereka sangat penting. Permintaan darah dari rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya tidak pernah berkurang. ‘’Kami tidak bisa meminta dari PMI lain karena sama–sama kekurangan stok darah,’’ ujar Sunarti. (fat/c1/cor)

MAGETANJawa Pos Radar Magetan – Persediaan darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Magetan kritis. Hingga Kamis (28/5) stok masing-masing golongan darah kurang dari 30 kantong. Pandemi Covid-19 membuat para pendonor terus berkurang. ‘’Banyak yang membatalkan,’’ kata Sekretaris PMI Magetan Sunarti.

Sunarti memerinci, golongan darah B tersisa 27 kantong; golongan darah A (16), golongan darah O (11), dan golongan darah AB (10). Kondisi sangat buruk sempat terjadi pekan lalu. Golongan darah A, O, dan AB tinggal tujuh dan tiga kantong. ‘’Pengurangan pendonor semakin banyak karena menjelang Lebaran,’’ ujarnya.

Rata-rata ada 10 pendonor setiap harinya. Di masa pandemi, tinggal tiga orang. UDD PMI sempat melakukan jemput bola di beberapa desa. Namun, peminatnya sedikit karena warga khawatir penularan korona. Bila tidak ada perubahan, krisis stok darah bisa berkepanjangan. ‘’Padahal kami sudah menerapkan sistem pengambilan darah sesuai protokol Covid-19,’’ katanya seraya meminta warga tidak khawatir berlebihan. 

Baca Juga :  PT KAI Daop VII Minta Proyek Double Track Berhenti Sementara

UDD PMI mengimbau para guru dan aparatur sipil negara (ASN) kembali tertib berdonor sesuai jadwalnya. Sumbangan darah mereka sangat penting. Permintaan darah dari rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya tidak pernah berkurang. ‘’Kami tidak bisa meminta dari PMI lain karena sama–sama kekurangan stok darah,’’ ujar Sunarti. (fat/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/