alexametrics
27.6 C
Madiun
Wednesday, June 29, 2022

Candi Sadon Jarang Dilirik Wisatawan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dekat dengan pusat kota bukan berarti suatu cagar budaya mudah mendatangkan wisatawan. Tengok saja Candi Sadon di Cepoko, Panekan. Jaraknya hanya sekitar sepuluh menit berkendara sepeda motor dari alun-alun Magetan. Namun, dua bulan ini candi Hindu tersebut hanya kedatangan pengunjung dua kali. ‘’Walaupun sepi pengunjung, kami tetap serius dalam merawat,’’ kata Sarno Temu Raharjo, juru kunci Candi Sadon.

Pada Sabtu (21/5) lalu Jawa Pos Radar Magetan menyempatkan berkunjung ke Candi Sadon. Candi yang diyakini berdiri sejak 1018 Masehi itu terbagi dalam tiga kompleks berbeda. Kompleks utamanya berisikan bangunan utama candi. Kompleks kedua berisikan arca sapi dan beberapa struktur menyerupai tempat makan dan minum. Berjarak sekitar 200 meter. Kompleks ketiga cukup jauh, berjarak sekitar 500 meter.

Baca Juga :  Bom Waktu Alih Fungsi Hutan di Magetan

Di kompleks ketiga hanya terdapat arca lingga yoni. Menariknya, menurut Sarno, ketiga temuan bersejarah itu tak dapat disatukan di satu tempat. ‘’Mitos itu sangat dipercayai warga, karenanya tetap dibiarkan terpisah sampai sekarang,’’ terangnya.

Menurut Sarno, masih ada bagian candi yang terkubur di dalam tanah. Bahkan, yang tampak di permukaan hanya satu per tiga dari struktur keseluruhan candi. Namun, ekskavasi hingga kini belum dilakukan untuk menyingkap seluruh bangunan. ‘’Salah satu alasannya karena mepet lahan warga,’’ sebutnya.

Kendati sarat sejarah, namun Candi Sadon tetap saja sepi pengunjung. Bahkan, selama dua bulan ini hanya ada dua kali kunjungan. Salah satunya kelompok mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Malang. ‘’Warga sekitar masih sering datang untuk keperluan menggelar ritual menurut kepercayaan mereka,’’ tuturnya. (ulla-wulan-mg iain/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dekat dengan pusat kota bukan berarti suatu cagar budaya mudah mendatangkan wisatawan. Tengok saja Candi Sadon di Cepoko, Panekan. Jaraknya hanya sekitar sepuluh menit berkendara sepeda motor dari alun-alun Magetan. Namun, dua bulan ini candi Hindu tersebut hanya kedatangan pengunjung dua kali. ‘’Walaupun sepi pengunjung, kami tetap serius dalam merawat,’’ kata Sarno Temu Raharjo, juru kunci Candi Sadon.

Pada Sabtu (21/5) lalu Jawa Pos Radar Magetan menyempatkan berkunjung ke Candi Sadon. Candi yang diyakini berdiri sejak 1018 Masehi itu terbagi dalam tiga kompleks berbeda. Kompleks utamanya berisikan bangunan utama candi. Kompleks kedua berisikan arca sapi dan beberapa struktur menyerupai tempat makan dan minum. Berjarak sekitar 200 meter. Kompleks ketiga cukup jauh, berjarak sekitar 500 meter.

Baca Juga :  Anak Meninggal Usai Divaksin, Kadinkes Magetan: Tunggu Penyelidikan Komda KIPI

Di kompleks ketiga hanya terdapat arca lingga yoni. Menariknya, menurut Sarno, ketiga temuan bersejarah itu tak dapat disatukan di satu tempat. ‘’Mitos itu sangat dipercayai warga, karenanya tetap dibiarkan terpisah sampai sekarang,’’ terangnya.

Menurut Sarno, masih ada bagian candi yang terkubur di dalam tanah. Bahkan, yang tampak di permukaan hanya satu per tiga dari struktur keseluruhan candi. Namun, ekskavasi hingga kini belum dilakukan untuk menyingkap seluruh bangunan. ‘’Salah satu alasannya karena mepet lahan warga,’’ sebutnya.

Kendati sarat sejarah, namun Candi Sadon tetap saja sepi pengunjung. Bahkan, selama dua bulan ini hanya ada dua kali kunjungan. Salah satunya kelompok mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Malang. ‘’Warga sekitar masih sering datang untuk keperluan menggelar ritual menurut kepercayaan mereka,’’ tuturnya. (ulla-wulan-mg iain/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/