alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Harga Telur Ayam di Pasar Meroket, Peternak Buntung

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Ironi dirasakan para peternak ayam petelur. Kendati di pasaran harga telur ayam tembus Rp 30 ribu per kilogram, mereka tak diuntungkan dengan kondisi tersebut. ‘’Belum balik modal. Harga naik baru beberapa hari,’’ keluh Soni Suwarno, peternak ayam petelur asal Panekan, Rabu (29/12).

Soni mengungkapkan, per kemarin harga jual telur ayam ke tengkulak bahkan telah turun. Kisarannya Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu per kilogram. Sementara, harga pakan yang terdiri dari bekatul dan jagung masih tinggi. Yakni, bekatul Rp 4.200 per kilogram dan jagung Rp 5.700 per kilogram. Sementara harga konsentrat Rp 15 ribu per kilogram. ‘’Masih tombok kalau dikali jumlah ternak ayam per bulan,’’ bebernya.

Baca Juga :  BNPB Awasi Rencana Penataan Ruang Daerah

Pasalnya, lanjut Soni, harga telur ayam sempat terjun bebas di pertengahan tahun hingga awal bulan ini. Harga satu kilogram telur ayam bahkan sempat anjlok di angka Rp 14 ribu. Kerugian selama harga terjun bebas itu belum tertutup oleh kenaikan harga telur ayam beberapa pekan terakhir. ‘’Waktu itu stok banyak, tapi daya serap pasar sedikit,’’ ungkapnya.

Situasi pasar kini berbalik. Permintaan terhadap telur ayam naik drastis berkat upaya intervensi pemerintah lewat program keluarga harapan (PKH). Juga akibat momentum Natal dan tahun baru (Nataru). Hitung-hitungan Soni, jika harga telur ayam stabil di atas Rp 20 ribu per kilogram, dia dan para peternak ayam petelur lain bisa balik modal. ‘’Semoga setelah Nataru tetap stabil,’’ pungkasnya. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Ironi dirasakan para peternak ayam petelur. Kendati di pasaran harga telur ayam tembus Rp 30 ribu per kilogram, mereka tak diuntungkan dengan kondisi tersebut. ‘’Belum balik modal. Harga naik baru beberapa hari,’’ keluh Soni Suwarno, peternak ayam petelur asal Panekan, Rabu (29/12).

Soni mengungkapkan, per kemarin harga jual telur ayam ke tengkulak bahkan telah turun. Kisarannya Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu per kilogram. Sementara, harga pakan yang terdiri dari bekatul dan jagung masih tinggi. Yakni, bekatul Rp 4.200 per kilogram dan jagung Rp 5.700 per kilogram. Sementara harga konsentrat Rp 15 ribu per kilogram. ‘’Masih tombok kalau dikali jumlah ternak ayam per bulan,’’ bebernya.

Baca Juga :  Cegah Kerumunan di Nepal van Java, Pemkab Magetan Batasi Pengunjung

Pasalnya, lanjut Soni, harga telur ayam sempat terjun bebas di pertengahan tahun hingga awal bulan ini. Harga satu kilogram telur ayam bahkan sempat anjlok di angka Rp 14 ribu. Kerugian selama harga terjun bebas itu belum tertutup oleh kenaikan harga telur ayam beberapa pekan terakhir. ‘’Waktu itu stok banyak, tapi daya serap pasar sedikit,’’ ungkapnya.

Situasi pasar kini berbalik. Permintaan terhadap telur ayam naik drastis berkat upaya intervensi pemerintah lewat program keluarga harapan (PKH). Juga akibat momentum Natal dan tahun baru (Nataru). Hitung-hitungan Soni, jika harga telur ayam stabil di atas Rp 20 ribu per kilogram, dia dan para peternak ayam petelur lain bisa balik modal. ‘’Semoga setelah Nataru tetap stabil,’’ pungkasnya. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/