alexametrics
31.8 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Longsor Lumpuhkan Akses Jalan di Plaosan

MAGETAN – Longsor kembali menghajar wilayah Magetan. Kali ini terjadi di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan. Kejadiannya kemarin (29/1) sekitar pukul 07.00. ’’Akses jalan lumpuh, proses evakuasi terus dilakukan,’’ kata Kidi Marimis, ketua RT setempat.

Kidi menjelaskan, jalan itu menuju ladang dan tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat. Sempitnya jalan serta tidak adanya dinding pembatas antara rumah warga dengan jalan di sisinya membuat bahu jalan ikut tergerus. Pihaknya harus bekerja keras untuk mengembalikan posisi jalur tersebut. ’’Kondisi jalur saat ini masih rawan longsor susulan,’’ ujarnya.

Koordinator lapangan BPBD Nur Prayitno bersama tim terkait melakukan assessment dan proses evakuasi. Tingginya tebing yang ambrol sempat membuat dirinya merasakan kebingungan. Pasalnya, talut pembatas rumah milik salah seorang warga yang ambrol masih sering runtuh akibat tidak adanya batas rumah dengan jalan. ’’Jadi, kalau hujan deras kembali melanda, akan timbul longsor susulan,‘’ tuturnya.

Baca Juga :  Motor Terjun ke Sungai, Dua Remaja Selamat

Kendati demikian, Nur mengimbau warga sekitar untuk tetap waspada adanya longsor susulan. Mengingat medan tanah yang ada mudah runtuh jika hujan deras melanda kembali. Sebelumnya, tanah longsor ini terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang melanda sebagian wilayah lereng Gunung Lawu. ’’Kepada warga yang melintasi jalur ini ke ladangnya tetap harus berhati hati,‘’ pesannya. (mgc/c1/ota)

MAGETAN – Longsor kembali menghajar wilayah Magetan. Kali ini terjadi di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan. Kejadiannya kemarin (29/1) sekitar pukul 07.00. ’’Akses jalan lumpuh, proses evakuasi terus dilakukan,’’ kata Kidi Marimis, ketua RT setempat.

Kidi menjelaskan, jalan itu menuju ladang dan tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat. Sempitnya jalan serta tidak adanya dinding pembatas antara rumah warga dengan jalan di sisinya membuat bahu jalan ikut tergerus. Pihaknya harus bekerja keras untuk mengembalikan posisi jalur tersebut. ’’Kondisi jalur saat ini masih rawan longsor susulan,’’ ujarnya.

Koordinator lapangan BPBD Nur Prayitno bersama tim terkait melakukan assessment dan proses evakuasi. Tingginya tebing yang ambrol sempat membuat dirinya merasakan kebingungan. Pasalnya, talut pembatas rumah milik salah seorang warga yang ambrol masih sering runtuh akibat tidak adanya batas rumah dengan jalan. ’’Jadi, kalau hujan deras kembali melanda, akan timbul longsor susulan,‘’ tuturnya.

Baca Juga :  Panen Hadiah Simpedes BRI Semester II 2021, Dua Nasabah Bakal Dapat Mobil

Kendati demikian, Nur mengimbau warga sekitar untuk tetap waspada adanya longsor susulan. Mengingat medan tanah yang ada mudah runtuh jika hujan deras melanda kembali. Sebelumnya, tanah longsor ini terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang melanda sebagian wilayah lereng Gunung Lawu. ’’Kepada warga yang melintasi jalur ini ke ladangnya tetap harus berhati hati,‘’ pesannya. (mgc/c1/ota)

Most Read

Artikel Terbaru

/