alexametrics
24.6 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Magetan Bedhidhing, Suhu Terendah Capai 13 Derajat Celsius

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Lirik tembang To the Bone karya musisi Pamungkas cocok dipelesetkan untuk menggambarkan dinginnya Magetan. Gegara fenomena bedhidhing, suhu beberapa hari terakhir bahkan mencapai 13 derajat Celsius. Dinginnya sampai menusuk tulang (to the bone). ‘’Di dataran tinggi, terendah sampai 13 derajat Celsius. Itu rasanya menusuk ke tulang,’’ kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Magetan Suparman, Jumat (30/7).

Fenomena bedhidhing umum terjadi setiap pergantian musim penghujan menuju kemarau. Suhu dapat menurun hingga belasan derajat Celsius ketika malam sampai pagi. Di wilayah dataran rendah Magetan, suhu selama fenomena bedhidhing berkisar 19-30 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara 65-90 persen. ‘’Seperti di wilayah kota,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sebelas Warga Terjaring Operasi Yustisi, Uang Denda Masuk Kasda

Di dataran tinggi seperti Plaosan, cuaca lebih tidak bersahabat. Suhu terendah bisa mencapai 13 derajat Celsius. Pun, disertai angin kencang mencapai 30 kilometer per jam. Tingginya kelembapan udara dapat menyebabkan kabut tebal. ‘’Jarak pandang bisa tinggal sepuluh meter. Jalan bisa tidak terlihat oleh pengguna jalan,’’ beber Suparman. (mg5/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Lirik tembang To the Bone karya musisi Pamungkas cocok dipelesetkan untuk menggambarkan dinginnya Magetan. Gegara fenomena bedhidhing, suhu beberapa hari terakhir bahkan mencapai 13 derajat Celsius. Dinginnya sampai menusuk tulang (to the bone). ‘’Di dataran tinggi, terendah sampai 13 derajat Celsius. Itu rasanya menusuk ke tulang,’’ kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Magetan Suparman, Jumat (30/7).

Fenomena bedhidhing umum terjadi setiap pergantian musim penghujan menuju kemarau. Suhu dapat menurun hingga belasan derajat Celsius ketika malam sampai pagi. Di wilayah dataran rendah Magetan, suhu selama fenomena bedhidhing berkisar 19-30 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara 65-90 persen. ‘’Seperti di wilayah kota,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ultra Super

Di dataran tinggi seperti Plaosan, cuaca lebih tidak bersahabat. Suhu terendah bisa mencapai 13 derajat Celsius. Pun, disertai angin kencang mencapai 30 kilometer per jam. Tingginya kelembapan udara dapat menyebabkan kabut tebal. ‘’Jarak pandang bisa tinggal sepuluh meter. Jalan bisa tidak terlihat oleh pengguna jalan,’’ beber Suparman. (mg5/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/