alexametrics
23.3 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Akibat Minim Pohon Tegakan, Poncol Paling Rawan Longsor

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Curah hujan ekstrem sepanjang tahun ini memicu longsor. Tak tanggung-tanggung, longsor sudah 53 kali menerjang lima kecamatan. Salah satu penyebabnya adalah masifnya alih fungsi lahan di kawasan rawan. ‘’Poncol paling rawan tanah gerak,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Eka Wahyudi, Kamis (31/3).

Akibatnya, Poncol paling terdampak parah. Longsor terjadi 26 kali di kecamatan tersebut hanya dalam kurun tiga bulan. Sebagai perbandingan, di Plaosan terjadi delapan bencana longsor. Disusul Parang dan Ngariboyo dengan lima kejadian. Kecamatan Magetan Kota empat kejadian.

Menurut Eka, Poncol rawan longsor karena kondisi geografisnya. Sama seperti Plaosan, Poncol berada di dataran tinggi. Tipikal tanahnya gembur karena masifnya alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Juga minim pohon tegakan yang dapat menahan gerakan tanah. ‘’Sehingga meningkatkan risiko longsor,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Magetan Target 2023 Bebas Pasung

Sebagian besar longsor yang terjadi tergolong berskala kecil. Belum sampai merusak permukiman maupun fasilitas umum. Namun, juga ada beberapa kasus longsor yang merusak hunian warga. ‘’Sejauh ini tidak ada korban jiwa,’’ ujarnya.

Eka meminta warga untuk lebih waspada. Mengingat musim hujan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Pun, merujuk prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim kemarau tahun ini berpotensi mundur. ‘’Curah hujan masih cukup tinggi hingga beberapa hari ke depan, warga harus tetap waspada,’’ pungkasnya. (tr3/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Curah hujan ekstrem sepanjang tahun ini memicu longsor. Tak tanggung-tanggung, longsor sudah 53 kali menerjang lima kecamatan. Salah satu penyebabnya adalah masifnya alih fungsi lahan di kawasan rawan. ‘’Poncol paling rawan tanah gerak,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Eka Wahyudi, Kamis (31/3).

Akibatnya, Poncol paling terdampak parah. Longsor terjadi 26 kali di kecamatan tersebut hanya dalam kurun tiga bulan. Sebagai perbandingan, di Plaosan terjadi delapan bencana longsor. Disusul Parang dan Ngariboyo dengan lima kejadian. Kecamatan Magetan Kota empat kejadian.

Menurut Eka, Poncol rawan longsor karena kondisi geografisnya. Sama seperti Plaosan, Poncol berada di dataran tinggi. Tipikal tanahnya gembur karena masifnya alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Juga minim pohon tegakan yang dapat menahan gerakan tanah. ‘’Sehingga meningkatkan risiko longsor,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Ketua KPPS Kepohrejo Meninggal karena Kelelahan

Sebagian besar longsor yang terjadi tergolong berskala kecil. Belum sampai merusak permukiman maupun fasilitas umum. Namun, juga ada beberapa kasus longsor yang merusak hunian warga. ‘’Sejauh ini tidak ada korban jiwa,’’ ujarnya.

Eka meminta warga untuk lebih waspada. Mengingat musim hujan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Pun, merujuk prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim kemarau tahun ini berpotensi mundur. ‘’Curah hujan masih cukup tinggi hingga beberapa hari ke depan, warga harus tetap waspada,’’ pungkasnya. (tr3/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/