alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Kasus Curanmor Disabilitas di Magetan Ternyata Settingan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tipu muslihat Meri Eka Lestari terbongkar. Kisah perampokan menyasar penyandang disabilitas di Desa/Kecamatan Ngariboyo pada Jumat (27/5) lalu rupanya karangan Meri belaka. Sepeda motor Honda GL Max milik Fendi Rahmat Bintoro, suami Meri, ternyata dibawa kabur teman sendiri.

Bak plot twist dalam drama, perempuan 37 tahun itulah yang menyuruh temannya melarikan motor sang suami. ‘’Semua keterangan dari Meri hanyalah karangan,’’ kata Kasatreskrim Polres Magetan AKP Rudy Hidajanto, Selasa (31/5).

Kemarin (30/5) tim Reskrim Polres Magetan mengamankan Donny Riski Ariyanto, 29, dan Susanto. Keduanya warga Desa Keniten, Kecamatan Geneng, Ngawi. Mereka pelaku yang menggelapkan sepeda motor berpelat AE 4427 SS milik Fendi. Donny merupakan teman Meri dan sama-sama penyandang disabilitas.

Kasus penggelapan antara keluarga ini terungkap usai Meri diperiksa petugas. Di hadapan polisi, Meri secara mengejutkan menyebut bahwa Donny dan Susanto tidak merampok. Keduanya juga tidak menodongkan celurit seperti yang dia ceritakan kepada Rosid Bintoro, ayah mertua. ‘’Jadi, yang diceritakan kepada ayahnya itu bohong,’’ beber Kasatreskrim.

Baca Juga :  Ada Pungli di Samsat Magetan? Kapolres Tepis Anggotanya Terlibat

Kepada polisi, Donny mengaku sudah delapan kali menemui Meri di rumahnya. Dia langsung mengiyakan ketika diminta Meri membawa motor Fendi. Susanto sekadar diajak. ‘’Dari hasil pemeriksaan, kami simpulkan bahwa tidak ada pidana perampokan atau perampasan,’’ ujar Rudy.

Polres Magetan tak melanjutkan pengusutan kasus penggelapan dalam keluarga tersebut. Kendati pasal 376 KUHP dapat diulik oleh polisi. Pertimbangan utamanya lantaran Meri seorang difabel. Karenanya, asas restorative justice lebih dikedepankan. ‘’Selain itu, suami maupun mertua Meri hanya ingin motornya dikembalikan,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tipu muslihat Meri Eka Lestari terbongkar. Kisah perampokan menyasar penyandang disabilitas di Desa/Kecamatan Ngariboyo pada Jumat (27/5) lalu rupanya karangan Meri belaka. Sepeda motor Honda GL Max milik Fendi Rahmat Bintoro, suami Meri, ternyata dibawa kabur teman sendiri.

Bak plot twist dalam drama, perempuan 37 tahun itulah yang menyuruh temannya melarikan motor sang suami. ‘’Semua keterangan dari Meri hanyalah karangan,’’ kata Kasatreskrim Polres Magetan AKP Rudy Hidajanto, Selasa (31/5).

Kemarin (30/5) tim Reskrim Polres Magetan mengamankan Donny Riski Ariyanto, 29, dan Susanto. Keduanya warga Desa Keniten, Kecamatan Geneng, Ngawi. Mereka pelaku yang menggelapkan sepeda motor berpelat AE 4427 SS milik Fendi. Donny merupakan teman Meri dan sama-sama penyandang disabilitas.

Kasus penggelapan antara keluarga ini terungkap usai Meri diperiksa petugas. Di hadapan polisi, Meri secara mengejutkan menyebut bahwa Donny dan Susanto tidak merampok. Keduanya juga tidak menodongkan celurit seperti yang dia ceritakan kepada Rosid Bintoro, ayah mertua. ‘’Jadi, yang diceritakan kepada ayahnya itu bohong,’’ beber Kasatreskrim.

Baca Juga :  Magetan Naik Level 4, Pembelajan Tatap Muka Jalan Terus

Kepada polisi, Donny mengaku sudah delapan kali menemui Meri di rumahnya. Dia langsung mengiyakan ketika diminta Meri membawa motor Fendi. Susanto sekadar diajak. ‘’Dari hasil pemeriksaan, kami simpulkan bahwa tidak ada pidana perampokan atau perampasan,’’ ujar Rudy.

Polres Magetan tak melanjutkan pengusutan kasus penggelapan dalam keluarga tersebut. Kendati pasal 376 KUHP dapat diulik oleh polisi. Pertimbangan utamanya lantaran Meri seorang difabel. Karenanya, asas restorative justice lebih dikedepankan. ‘’Selain itu, suami maupun mertua Meri hanya ingin motornya dikembalikan,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/