alexametrics
30.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Disperindag Magetan Tuntaskan Tiga Proyek Strategis 2021

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan menunjukkan pencapaian mentereng di tahun ini. Tiga proyek strategis Pemkab Magetan yang mereka tangani seluruhnya rampung. Ketiganya yakni pengembangan Pasar Baru Magetan, revitalisasi Pasar Parang, serta pembangunan Rumah Promosi Sentra IKM Kulit.

Tahun ini, disperindag menganggarkan Rp 4,27 miliar untuk pengembangan tahap dua Pasar Baru. Pengembangan itu mencakup pembangunan fasad di sisi timur, utara dan barat, serta penambahan tangga ke lantai dua. ‘’Tahun depan fokus sisi utara untuk mengimbangi bagian selatan, timur dan barat. Sehingga nanti pengunjung bisa masuk dari semua sisi,’’ kata Kepala Disperindag Magetan Sucipto.

Selain itu, lansekap sisi timur, selatan dan barat yang dulu berpagar juga telah dibongkar. Halaman Pasar Baru kini dilengkapi taman, tanaman peneduh, lampu taman, kursi dan bola-bola penghias yang dijadikan sebagai batas antara pedestrian dan pasar.

Fasilitas kamar mandi di lantai satu dan dua juga diperbaiki. Bahkan telah disediakan kamar mandi khusus untuk penyandang disabilitas. ‘’Nanti OPD atau pegiat seni bisa menggunakan area terbuka itu untuk pertunjukan. Supaya ramai terus, jumlah pengunjung meningkat dan perputaran ekonomi bisa lebih kencang,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Air Dam Ngluweng Tetap Mengalir, DPUPR Memastikan Kebutuhan Petani Aman

Disperindag juga membangun Pasar Parang menggunakan dana APBN. Anggaran Rp 3 miliar plus adendum Rp 168 juta dikucurkan. Setidaknya ada 19 kios dan los yang bisa ditempati 96 pedagang. Selain itu, juga dilengkapi fasilitas berupa kantor pengelola, musala, kamar mandi, ATM center dan TPS. ‘’Pasar Parang menjadi pasar berstandar SNI pertama di Magetan. Harapanya pedagang yang belum dapat tempat bisa terakomodasi, sesuai zonasi,’’ ujar Sucipto.

Disperindag juga peduli pengembangan IKM. Diwujudkan dengan pendirian Rumah Promosi Sentra IKM Kulit senilai Rp 2,07 miliar dari Kementerian Perindustrian. Fasilitas di Jalan Diponegoro itu dilengkapi ruang pamer, ruang rapat dan temu bisnis. ‘’Harapanya, semua produk unggulan Magetan bisa bergantian dipamerkan. Sehingga bisa semakin dikenal luas,’’ tukasnya. (ebo/naz/adv)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan menunjukkan pencapaian mentereng di tahun ini. Tiga proyek strategis Pemkab Magetan yang mereka tangani seluruhnya rampung. Ketiganya yakni pengembangan Pasar Baru Magetan, revitalisasi Pasar Parang, serta pembangunan Rumah Promosi Sentra IKM Kulit.

Tahun ini, disperindag menganggarkan Rp 4,27 miliar untuk pengembangan tahap dua Pasar Baru. Pengembangan itu mencakup pembangunan fasad di sisi timur, utara dan barat, serta penambahan tangga ke lantai dua. ‘’Tahun depan fokus sisi utara untuk mengimbangi bagian selatan, timur dan barat. Sehingga nanti pengunjung bisa masuk dari semua sisi,’’ kata Kepala Disperindag Magetan Sucipto.

Selain itu, lansekap sisi timur, selatan dan barat yang dulu berpagar juga telah dibongkar. Halaman Pasar Baru kini dilengkapi taman, tanaman peneduh, lampu taman, kursi dan bola-bola penghias yang dijadikan sebagai batas antara pedestrian dan pasar.

Fasilitas kamar mandi di lantai satu dan dua juga diperbaiki. Bahkan telah disediakan kamar mandi khusus untuk penyandang disabilitas. ‘’Nanti OPD atau pegiat seni bisa menggunakan area terbuka itu untuk pertunjukan. Supaya ramai terus, jumlah pengunjung meningkat dan perputaran ekonomi bisa lebih kencang,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Belum Setahun Trotoar Twin Road Sudah Hancur

Disperindag juga membangun Pasar Parang menggunakan dana APBN. Anggaran Rp 3 miliar plus adendum Rp 168 juta dikucurkan. Setidaknya ada 19 kios dan los yang bisa ditempati 96 pedagang. Selain itu, juga dilengkapi fasilitas berupa kantor pengelola, musala, kamar mandi, ATM center dan TPS. ‘’Pasar Parang menjadi pasar berstandar SNI pertama di Magetan. Harapanya pedagang yang belum dapat tempat bisa terakomodasi, sesuai zonasi,’’ ujar Sucipto.

Disperindag juga peduli pengembangan IKM. Diwujudkan dengan pendirian Rumah Promosi Sentra IKM Kulit senilai Rp 2,07 miliar dari Kementerian Perindustrian. Fasilitas di Jalan Diponegoro itu dilengkapi ruang pamer, ruang rapat dan temu bisnis. ‘’Harapanya, semua produk unggulan Magetan bisa bergantian dipamerkan. Sehingga bisa semakin dikenal luas,’’ tukasnya. (ebo/naz/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/