alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Jembatan Desa Ambrol, Sebagian Warga Kresek Terisolasi

WUNGU, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah warga Desa Kresek, Wungu, terisolasi. Gegaranya, jembatan di desa setempat ambrol diterjang banjir. Jaringan air bersih juga putus. ‘’Susah kalau seperti ini, jadi kesulitan akses transportasi dan air bersih,’’ kata Suyadi, seorang warga setempat, Selasa (1/2).

Kawasan Kresek diguyur hujan deras Sabtu sore sampai malam (29/1). Arus di sungai setempat mengalir deras. Kondisi itu membuat jembatan antardusun ambrol. ‘’Warga harus memutar 10 kilometer kalau mau ke kota,’’ ujar Suyadi.

Darnu, warga setempat lainnya, mengatakan bahwa jembatan yang dibangun 2015 itu amat penting. Warga memanfaatkan untuk akses transportasi sehari-hari. Jalan alternatif lebih jauh daan medannya sulit. Sehingga, warga memilih gotong royong membuat jembatan darurat. ‘’Kasihan anak-anak kalau mau sekolah, nggak bisa bawa motor,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Tujuh OPD tanpa Pimpinan Definitif, Belum Utak-atik Warisan Mbah Tarom

Arus sungai juga merusak pipa jaringan air bersih. Ada sekitar 35 kepala keluarga yang memanfaatkannya. ‘’Tidak ada air, kalau mau mandi harus ke kali,’’ ujar Sutarno, warga lainnya.

Warga pun memperbaiki perpipaan secara swadaya. Beberapa titik kerusakan disambung ulang. Kendati demikian, suplai air bersih belum 100 persen pulih. Menurut Sutarno, ada beberapa titik yang masih bocor. ‘’Minta dibantu pipa yang lebih kuat, yang ini tipis,’’ ucapnya. (den/c1/sat/her)

WUNGU, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah warga Desa Kresek, Wungu, terisolasi. Gegaranya, jembatan di desa setempat ambrol diterjang banjir. Jaringan air bersih juga putus. ‘’Susah kalau seperti ini, jadi kesulitan akses transportasi dan air bersih,’’ kata Suyadi, seorang warga setempat, Selasa (1/2).

Kawasan Kresek diguyur hujan deras Sabtu sore sampai malam (29/1). Arus di sungai setempat mengalir deras. Kondisi itu membuat jembatan antardusun ambrol. ‘’Warga harus memutar 10 kilometer kalau mau ke kota,’’ ujar Suyadi.

Darnu, warga setempat lainnya, mengatakan bahwa jembatan yang dibangun 2015 itu amat penting. Warga memanfaatkan untuk akses transportasi sehari-hari. Jalan alternatif lebih jauh daan medannya sulit. Sehingga, warga memilih gotong royong membuat jembatan darurat. ‘’Kasihan anak-anak kalau mau sekolah, nggak bisa bawa motor,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  27.629 Warga Kabupaten Madiun Belum Kantongi E-KTP

Arus sungai juga merusak pipa jaringan air bersih. Ada sekitar 35 kepala keluarga yang memanfaatkannya. ‘’Tidak ada air, kalau mau mandi harus ke kali,’’ ujar Sutarno, warga lainnya.

Warga pun memperbaiki perpipaan secara swadaya. Beberapa titik kerusakan disambung ulang. Kendati demikian, suplai air bersih belum 100 persen pulih. Menurut Sutarno, ada beberapa titik yang masih bocor. ‘’Minta dibantu pipa yang lebih kuat, yang ini tipis,’’ ucapnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/