alexametrics
23.7 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Korupsi PBB-P2 Kecamatan Gemarang, Satu Tersangka Menyusul Dibui

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Sempat mangkir, seorang lagi tersangka korupsi pajak bumi bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) Kecamatan Gemarang dibui. Adalah JS yang menyusul HD, seniornya, yang lebih dulu ditahan Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun pekan sebelumnya. ‘’Hari ini (kemarin, Red) kami panggil tersangka JS, hadir, dan ditahan,’’ kata Kepala Kejari Kabupaten Madiun Nunik Kushartanti, Jumat (1/10).

JS dan HD adalah mantan aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Madiun yang bertugas sebagai pemungut PBB-P2. JS merupakan pengganti HD usai diberhentikan sebagai petugas pemungut di Kecamatan Gemarang pada 2019. Mereka diduga menggunakan duit pajak untuk kepentingan pribadi dalam rentang waktu berbeda.

Baca Juga :  Face-off Alun-Alun Magetan Harus Masuk Lelang

HD mengembat Rp 89 juta dan JS Rp 150 juta sesuai penghitungan inspektorat setempat. Kendati modus, jabatan, dan lokasi korupsi sama, Nunik mengatakan bahwa tidak ada keterkaitan antara kedua tersangka itu. ‘’Tidak ada kongkalikong, godaan petugas pemungut pajak memang seperti itu,’’ ungkapnya.

Diketahui, HD lebih dulu dititipkan di tahanan Mapolres Madiun Selasa lalu (28/9). Mestinya JS juga ditahan pada hari yang sama. Namun, mangkir dari panggilan dengan alasan sakit. Sehingga, dipanggil kembali kemarin. ‘’Hasil pemeriksaan, dia (JS, Red) layak dan tidak ada masalah untuk ditahan. Maka dari itu, kami lakukan penahanan,’’ ujar Nunik. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Sempat mangkir, seorang lagi tersangka korupsi pajak bumi bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) Kecamatan Gemarang dibui. Adalah JS yang menyusul HD, seniornya, yang lebih dulu ditahan Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun pekan sebelumnya. ‘’Hari ini (kemarin, Red) kami panggil tersangka JS, hadir, dan ditahan,’’ kata Kepala Kejari Kabupaten Madiun Nunik Kushartanti, Jumat (1/10).

JS dan HD adalah mantan aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Madiun yang bertugas sebagai pemungut PBB-P2. JS merupakan pengganti HD usai diberhentikan sebagai petugas pemungut di Kecamatan Gemarang pada 2019. Mereka diduga menggunakan duit pajak untuk kepentingan pribadi dalam rentang waktu berbeda.

Baca Juga :  Pembuatan KIA Massal sebagai Bukti Identitas Diri Anak Warga Sumberan

HD mengembat Rp 89 juta dan JS Rp 150 juta sesuai penghitungan inspektorat setempat. Kendati modus, jabatan, dan lokasi korupsi sama, Nunik mengatakan bahwa tidak ada keterkaitan antara kedua tersangka itu. ‘’Tidak ada kongkalikong, godaan petugas pemungut pajak memang seperti itu,’’ ungkapnya.

Diketahui, HD lebih dulu dititipkan di tahanan Mapolres Madiun Selasa lalu (28/9). Mestinya JS juga ditahan pada hari yang sama. Namun, mangkir dari panggilan dengan alasan sakit. Sehingga, dipanggil kembali kemarin. ‘’Hasil pemeriksaan, dia (JS, Red) layak dan tidak ada masalah untuk ditahan. Maka dari itu, kami lakukan penahanan,’’ ujar Nunik. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/