alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, January 20, 2022

Tiga Desa Belum Punya Bacakades

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Coblosan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Madiun tinggal menghitung hari. Saat ini telah memasuki tahapan pendaftaran pemilih (tarlih). Namun, hingga kini tiga desa penyelenggara belum memiliki bakal calon kepala desa (bacakades).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun Joko Lelono mengatakan bahwa pihaknya telah menerima daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Panitia pilkades menindaklanjuti pencocokan dan penelitian (coklit).

‘’Dari situ nanti akan didapatkan daftar pemilih sementara (DPS), kemudian menjadi daftar pemilih tetap (DPT). Termasuk nanti kalau ada data tambahan. Misal, ada warga belum 17 tahun tapi sudah menikah. Itu nanti masuk sebagai pemilih dalam pilkades serentak 2021,’’ kata Joko, Rabu (1/12).

Di sisi lain, Joko mengklaim saat ini gaduh pilkades semakin melandai. Situasi disebutnya lebih kondusif. Tidak seperti saat masa pendaftaran bacakades bulan lalu. Ketika masyarakat di beberapa desa menolak pendaftar dari luar daerah. ‘’Apa pun situasi dan kondisi di lapangan, tahapan pilkades tetap dilakukan sesuai ketentuan berlaku,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kapasitas Objek Wisata di Madiun Dibatasi, Pakai PeduliLindungi

Seluruh tahapan penting demi suksesnya pesta demokrasi tingkat desa itu. Pun, rawan pelanggaran. Salah satunya, kampanye. Sesuai jadwal, masa kampanye tiga hari saja. Yakni, 15-17 Desember 2021. ‘’Jadwal sudah ditentukan, diharapkan pihak-pihak bersangkutan menghargai itu,’’ pinta Joko.

Pilkades serentak 2021 ini digelar di 143 desa. Hari coblosan ditentukan Senin, 20 Desember 2021 mendatang. Namun, tiga desa, yakni Ngepeh, Saradan; Suluk, Dolopo; dan Nglandung, Geger, diberlakukan masa perpanjangan pendaftaran bacakades. Sebab, seluruh bacakades sebelumnya tidak memenuhi syarat (TMS) dan mengundurkan diri.

Deadline perpanjangan pendaftaran hingga Kamis, 9 Desember 2021, pekan depan. ‘’Sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada pendaftar di tiga desa itu. Tapi, kami optimistis. Karena sudah ada beberapa yang mengajukan surat permohonan ke dinas,’’ sebut Joko. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Coblosan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Madiun tinggal menghitung hari. Saat ini telah memasuki tahapan pendaftaran pemilih (tarlih). Namun, hingga kini tiga desa penyelenggara belum memiliki bakal calon kepala desa (bacakades).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun Joko Lelono mengatakan bahwa pihaknya telah menerima daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Panitia pilkades menindaklanjuti pencocokan dan penelitian (coklit).

‘’Dari situ nanti akan didapatkan daftar pemilih sementara (DPS), kemudian menjadi daftar pemilih tetap (DPT). Termasuk nanti kalau ada data tambahan. Misal, ada warga belum 17 tahun tapi sudah menikah. Itu nanti masuk sebagai pemilih dalam pilkades serentak 2021,’’ kata Joko, Rabu (1/12).

Di sisi lain, Joko mengklaim saat ini gaduh pilkades semakin melandai. Situasi disebutnya lebih kondusif. Tidak seperti saat masa pendaftaran bacakades bulan lalu. Ketika masyarakat di beberapa desa menolak pendaftar dari luar daerah. ‘’Apa pun situasi dan kondisi di lapangan, tahapan pilkades tetap dilakukan sesuai ketentuan berlaku,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Denaz Satria-Yuli Agustina Sabet Duta Batik Kabupaten Madiun 2021

Seluruh tahapan penting demi suksesnya pesta demokrasi tingkat desa itu. Pun, rawan pelanggaran. Salah satunya, kampanye. Sesuai jadwal, masa kampanye tiga hari saja. Yakni, 15-17 Desember 2021. ‘’Jadwal sudah ditentukan, diharapkan pihak-pihak bersangkutan menghargai itu,’’ pinta Joko.

Pilkades serentak 2021 ini digelar di 143 desa. Hari coblosan ditentukan Senin, 20 Desember 2021 mendatang. Namun, tiga desa, yakni Ngepeh, Saradan; Suluk, Dolopo; dan Nglandung, Geger, diberlakukan masa perpanjangan pendaftaran bacakades. Sebab, seluruh bacakades sebelumnya tidak memenuhi syarat (TMS) dan mengundurkan diri.

Deadline perpanjangan pendaftaran hingga Kamis, 9 Desember 2021, pekan depan. ‘’Sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada pendaftar di tiga desa itu. Tapi, kami optimistis. Karena sudah ada beberapa yang mengajukan surat permohonan ke dinas,’’ sebut Joko. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru